Bank AS Tak Peduli Potensi Krisis Private Credit, Apa Risikonya?

11 hours ago 8

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

19 April 2026 21:15

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank-bank terbesar di Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu mencatatkan total eksposur gabungan lebih dari US$ 185 miliar terhadap private credit, sebuah kelas aset yang sedang berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

Para eksekutif perbankan, yang berupaya meredakan kekhawatiran para investor, menegaskan bahwa mereka masih melihat potensi di pasar tersebut.

Potensi Pertumbuhan dan Hubungan Bisnis

Portofolio private credit milik Citizens Financial Group Inc. diperkirakan akan naik sekitar 5% pada tahun 2026, sejalan dengan tren di tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Chief Executive Officer Bruce Van Saun, area ini dirasa penting bagi sejumlah hubungan bisnis besar perusahaannya. Ia menyebutkan bahwa tujuan utama bank adalah untuk memperkuat kemitraan tersebut dan membuka peluang untuk berbagai bisnis lainnya.

Selama bertahun-tahun, pandangan umum yang beredar adalah bahwa private credit mampu membengkak menjadi kelas aset senilai US$ 1,8 triliun karena regulasi pasca-krisis keuangan membatasi perbankan untuk memberikan fasilitas kepada peminjam berisiko.

Namun, laporan pendapatan pada minggu ini justru mengungkapkan seberapa besar kekuatan finansial dari perusahaan private credit yang sebenarnya mengandalkan perbankan.

Kekhawatiran Rambatan dan Pengendalian Risiko

Meskipun setiap pemberi pinjaman mengukurnya dengan metode yang sedikit berbeda, total eksposur menunjuk pada angka lebih dari US$ 185 miliar, dengan hampir 20% di antaranya berasal dari bank regional.

Di tengah kewaspadaan investor dan regulator mengenai kemungkinan pelemahan di pasar private credit merambat ke sistem keuangan tradisional, para eksekutif menghabiskan banyak waktu minggu lalu untuk meredakan ketakutan tersebut.

Chief Financial Officer U.S. Bancorp, John Stern, menyatakan bahwa sulit untuk membayangkan adanya kerugian pada pembukuan portofolio ini. U.S. Bancorp merupakan salah satu pemberi pinjaman yang memperbarui rincian tentang eksposur mereka, yakni total sekitar US$ 9,6 miliar yang mencakup collateralized loan obligations (CLO).

Bank tersebut menegaskan bahwa mereka selalu bersiap untuk skenario terburuk dengan memastikan adanya batasan konsentrasi penyaluran dana. Oleh karena itu, skenario yang dapat memicu kerugian pada portofolio private credit mereka haruslah sangat ekstrim.

Secara umum, para eksekutif perbankan menilai bahwa standar bagi tekanan di private credit untuk dapat memberikan dampak kerugian pada perbankan masih sangat tinggi.

Perbankan biasanya berada di urutan teratas dalam struktur modal, yang berarti potensi kerugian di pasar harus menghapus ekuitas dan junior debt terlebih dahulu sebelum dampaknya mengenai pihak bank.

Fokus pada Makroekonomi dan Peluang Pasar

Alih-alih mengkhawatirkan private credit, Chief Executive Officer PNC Financial Services Group Inc., Bill Demchak, berpendapat bahwa kekhawatiran yang sebenarnya harus diarahkan pada kredit berperingkat spekulatif secara lebih luas.

Menurutnya, struktur kredit yang lebih lemah dapat menimbulkan risiko jika kondisi perekonomian memburuk melebihi ekspektasi, seiring dengan tingkat gagal bayar yang mulai merangkak naik di segmen tersebut.

Jika perekonomian terus melemah, kerugian kredit diyakini akan lebih besar daripada yang diasumsikan banyak pihak saat ini.

Di sisi lain, perbankan juga melihat adanya peluang untuk mengambil peran ketika beberapa perusahaan private credit mulai menarik diri. Sejumlah pemberi pinjaman non-bank tersebut saat ini tengah menghadapi masalah penarikan dana (redemptions), terutama pada reksa dana ritel, yang menyebabkan mereka mengurangi penyaluran pinjaman.

Situasi ini membuka ruang bagi lembaga penyimpan dana untuk kembali masuk. Menggemakan sentimen ini, Chief Financial Officer M&T Bank Corp., Daryl Bible, menyebutkan bahwa perusahaannya berhasil memanfaatkan peluang tersebut, karena banyak peminjam saat ini lebih memilih untuk bertransaksi dengan bank yang dinilai memiliki stabilitas operasional yang teruji.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |