Baru 7 dari 50 Emiten, OJK Beri Restu BEI Revisi Target IPO 2026

9 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang untuk menyetujui revisi target initial public offering (IPO) yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan revisi target IPO merupakan opsi yang dapat dipertimbangkan BEI.

Menurutnya, saat ini proses revisi Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 masih dalam tahap penelaahan di internal BEI dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar belakangan ini.

"OJK dapat memahami apabila BEI membuka opsi untuk revisi target IPO dalam RKAT 2026 yang saat ini dalam proses review di BEI. Hal ini pertimbangkan kondisi dan perkembangan dinamika pasar akhir-akhir ini," ujar Hasan dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa, (4/8/2026).

Hasan menjelaskan revisi RKAT oleh Self-Regulatory Organization (SRO) dilakukan mengacu pada ketentuan Peraturan OJK (POJK). Apabila nantinya SRO mengajukan revisi target dalam RKAT, OJK akan terlebih dahulu melakukan telaah secara mendalam sebelum memberikan tanggapan.

Meski demikian, OJK berharap BEI tetap mengoptimalkan berbagai peluang positif di pasar agar target yang telah ditetapkan dapat dicapai. Upaya tersebut dinilai penting seiring dengan berbagai langkah penguatan pasar modal yang terus dilakukan regulator.

Hasan menegaskan fokus OJK dan BEI dalam reformasi serta penguatan integritas pasar modal tidak semata-mata mengejar jumlah perusahaan yang melantai di bursa. Menurutnya, kualitas perusahaan tercatat tetap menjadi prioritas utama agar pasar modal Indonesia tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, OJK akan terus mendorong perusahaan memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif penghimpunan dana jangka panjang melalui proses IPO. Berbagai program sosialisasi, coaching clinic, hingga pendampingan kepada calon emiten juga terus dilakukan untuk meningkatkan minat perusahaan masuk ke pasar modal.

"OJK juga melakukan kajian untuk upaya penyederhanaan dokumen penawaran umum. Hal ini diharap membantu proses IPO tanpa mengurangi kualitas perusahaan tercatat," tutur Hasan.

OJK optimistis berbagai upaya tersebut, ditambah dengan perbaikan kondisi fundamental ekonomi dan situasi geopolitik, akan menjaga bahkan meningkatkan minat perusahaan untuk melaksanakan IPO. Dengan demikian, pasar modal Indonesia diharapkan tetap menjadi sumber pembiayaan jangka panjang yang menarik bagi dunia usaha.

Sebagaimana diketahui, jumlah perusahaan yang melakukan IPO di BEI dari awal 2026 hingga Juli 2026 baru sebanyak 7 perusahaan. Sementara target IPO pada tahun 2026 ditetapkan sebanyak 50 perusahaan.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |