Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan bank sentral hingga saat ini telah melakukan 7 upaya dalam rangka menjaga stabilisasi nilai tukar dan perekonomian serta ketahanan nasional.
Seperti diketahui, gejolak global telah mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Seperti diketahui, pada minggu pertama Juni, rupiah mengalami tekanan hebat hingga mencetak ke level terburuknya di kisaran Rp 18.100-Rp18.200.
Pertama, Perry menuturkan BI melakukan intervensi dalam jumlah besar di pasar NDF (Non-Deliverable Forward), DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) dan pasar spot.
"Kedua adalah bagaimana kami menaikkan suku bunga (BI Rate)," ujarnya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).
BI telah menaikkan suku bunga dua kali atau 50 basis poin (bps) hingga ke 5,50% pada Mei-Juni 2026. Menurut Perry, BI menaikkan suku bunga untuk mengundang aliran modal masuk (inflow) dan menjaga stabilitas nilai tukar.
Ketiga, BI mendorong peningkatan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik masuk portofolio asing yang keluar karena gejolak global, sekaligus memperkuat stabilitas rupiah.
Upaya ini membuahkan hasil SRBI mencetak net inflow Rp 106,8 triliun per 8 Juni 2026. Dari catatan BI, lelang SRBI dua kali dalam seminggu dan pemberian insentif penurunan tingkat swap lindung nilai bagi investor asing sebesar 10% untuk meningkatkan daya tarif investor asing dan mengompensasi kewajiban investor.
"Nomor empat kami bersama dengan fiskal menjaga kecukupan beban likuiditas di pasar uang dan perbankan khususnya dengan mengaktifkan kembali window lelang repo tenor 3, 6 dan 12 bulan," paparnya.
Dengan demikian, bank yang memerlukan likuiditas bisa dipenuhi melalui BI kapanpun. Hal ini, kata Perry, membuat BI yakin pertumbuhan uang primer akan tetap berada di level double digit, di atas 10%. Kelima, BI telah menurunkan pembatasan pembelian dolar yang spekulatif. Dalam aturan baru, BI menetapkan batasan pembelian dolar US$ 25.000 per orang per bulan dengan underlying.
Keenam, BI mendorong pemanfaatkan Local Currency Transaction (LCT). Perry menuturkan transaksi perdagangan dan ekonomi dengan yuan kini semakin besar. Tahun lalu, lebih dari nilainya mencapai US$ 25 miliar per tahun.
Terakhir, BI meningkatkan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi yang melakukan transaksi pembelian dolar dalam jumlah besar.
(Dok. Bank Indonesia) Foto: (Dok. Bank Indonesia)
(haa/haa)
Addsource on Google

4 hours ago
3

















































