Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota buka-bukaan alasan di balik rencana impor 105.000 unit pikap dan truk buatan pabrikan otomotif India.
Nilai kontrak atas pengadaan ini disebut-sebut mencapai Rp24,66 triliun.
Joao menjelaskan, keputusan membeli kendaraan impor untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dilakukan sebagai langkah efisiensi.
"Jadi, kami dalam melakukan pengadaan sarana dan prasarana termasuk untuk kendaraan, memprioritaskan dulu produk-produk yang ada di Indonesia. Atau produk-produk yang selama ini memang beredar di Indonesia," kata Joao kepada CNBC Indonesia, Jumat (20/2/2026).
"Dan, pastinya bagi kami, yang utama itu menjalankan amanat Pak Presiden, yaitu bagaimana melakukan pembangunan ini secara efisien, efektif, dan tepat guna," tambahnya.
Dalam hal ini, kata dia, Agrinas melakukan efisiensi dalam pembangunan-pembangunan koperasi dengan berfokus memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Meski, imbuh dia, tetap menekan anggaran tapi tetap bermanfaat maksimal.
"Dan memberikan yang terbaik bagi saudara-saudara kita di seluruh pelosok di seluruh Indonesia," ucapnya.
"Di desa-desa yang mana akan kita bangun koperasi, kita akan berikan fasilitas sarana dan prasarana yang terbaik. Kita berikan mobil yang terbaik sesuai dengan lokasi dan lahan. Mobil-mobil itu untuk digunakan sebagai sarana logistik secara maksimal," tambahnya.
Dalam proses tersebut, imbuh dia, Agrinas memberikan pilihan kepada masyarakat dengan berprinsip pada keadilan.
"Fair itu menjadi penting untuk masyarakat, kita beri lebih banyak pilihan. Silahkan produsen berkompetisi secara fair, sehingga masyarakat akan mendapatkan harga yang terbaik, uang mereka mendapatkan nilai maksimal dari produk yang mereka dapatkan," bebernya.
"Kami untuk pengadaan truk, kami sudah memberikan semua semaksimal mungkin kepada penyedia truk roda 6, sehingga seluruh karoseri yang ada di Indonesia, kami pastikan 80-90% habis terserap untuk program ini. Tetapi kita juga harus melihat bahwa teman-teman lain yang selama berusaha di bidang logistik pun membutuhkan kendaraan-kendaraan untuk mendukung kegiatan usaha mereka," kata Joao.
Karena itu, sambungnya, pengadaan skala besar ini diharapkan tidak akan terganggu.
"Sehingga dengan melakukan impor ini, kita tidak, kita tidak menghilangkan atau tidak memutus mata rantai distribusi yang selama ini berjalan. Justru kita menambah dan menguatkan, sehingga kita pastikan ke depan ini distribusi untuk Koperasi Merah Putih akan berjalan dengan sempurna, berjalan dengan baik," jelasnya.
"Dan teman-teman yang selama ini melakukan kegiatan di bidang industri logistik itu pun tetap terdukung dengan fasilitas kendaraan-kendaraan yang sudah mampu kita produksi di sini," kata dia.
Sebagai informasi, pabrikan otomotif asal India, Mahindra & Mahindra (Mahindra) dan Tata Motors akan memasok 35.000 unit pikap serta 75.000 unit pikap dan truk ke Agrinas. Yang akan digunakan untuk mendukung KDKMP, modernisasi rantai pasok di desa, serta mendukung ketahanan pangan di Indonesia.
Joao pun menegaskan, baik Mahindra maupun Tata adalah industri otomotif yang merupakan kompetitor yang maju dan dikenal secara internasional. Kedua perusahaan itu, kata dia, memiliki rekam jejak bisnis yang unggul.
"Jadi, kita menggandeng perusahaan-perusahaan terbaik dan kita ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat kita," ujarnya.
"Kita harapkan dengan kegiatan ini kita nanti memiliki lebih banyak pilihan, sehingga masyarakat akan mendapatkan harga yang layak, harga sesuai dengan nilai daripada uang mereka," ucap Joao.
(dce/dce)
Addsource on Google

3 hours ago
1
















































