Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis indeks baru yang ditujukan untuk menggambarkan kondisi aktivitas industri manufaktur di Indonesia. Bentuknya serupa dengan Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur.
Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti mengatakan, indeks ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan gambaran kegiatan ekonomi dari sektor industri pengolahan. Nama indeks ini ialah IKBM atau Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur.
"Untuk memberikan gambaran kegiatan ekonomi dari sektor industri pengolahan," tegasnya saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Amalia mengatakan, IKBM disusun berdasarkan hasil dari survei industri besar dan sedang secara triwulanan atau tiap tiga bulan, dengan cakupan sample pada industri skala besar dan sedang di non kawasan, maupun kawasan industri (KI) dan kawasan ekonomi khusus (KEK).
"Pemilihan sample digunakan dengan metode probabilistic samplinng, kemudian IKBM dilakukan estimasi pada level nasional," tegasnya.
Menurut Amalia, komponen IKBM terdiri dari lima aspek. Pertama, pesanan yang diukur dari jumlah pesanan yang diterima perusahaan baik domestik maupun ekspor. Kedua, produksi yang diukur dari jumlah produksi barang yang dihasilkan oleh usaha atau perusahaan.
Ketiga, tenaga kerja yang diukur dari rata-rata jumlah tenaga kerja. Keempat ialah waktu pengiriman dengan mengukur waktu pengiriman bahan baku dari produksi. Kelima, jumlah persediaan bahan baku yang berupa jumlah persediaan bahan baku yang disimpan usaha atau perusahaan.
Amalia mengatakan, pada kuartal I-2026, IKBM tercatat sebesar 51,37 angka ini sedikit lebih rendah dari level kuartal IV-2025 yang sebesar 52,21. Namun, masih lebih tinggi dari catatan pada kuartal III-2025 yang sebesar 50,62. Ia mengatakan, level di atas 50 ini masih menunjukkan industri di dalam negeri dalam posisi ekspansi.
"Hampir seluruh komponen pembentuk indeks, seperti pesanan, produksi, tenaga kerja, dan stok mengalami ekspansi, kecuali untuk komponen waktu pengiriman yang kontraksi," papar Amalia.
(arj/haa)
Addsource on Google

5 hours ago
2

















































