Breaking! BPS Laporkan RI Alami Deflasi 0,15% di Januari 2026

1 day ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,15% secara bulanan (month to month). Dengan demikian, inflasi tahunannya masih sama dengan inflasi tahunannya karena faktor awal bulan.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono menuturkan deflasi ini disumbang oleh cabai merah yang mengalami deflasi 0,16%, cabai rawit yang deflasi sebesar 0,08%. Adapun, bahan pangan lain yang mengalami deflasi yakni, bawang merah 0,07%.

"Deflasi pada bulan Januari ini utamanya didorong oleh komponen harga bergejolak," kata Ateng dalam rilis data BPS, Senin (2/2/2026).

Dari data BPS, inflasi terjadi di 20 kota di Indonesia, sementara deflasi muncul di 18 kota. Deflasi terdalam terjadi di Sumatera Barat 1,15% dan inflasi tertinggi di Maluku Utara 1,46%.

Adapun, BPS mencatat tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Januari 2026 sebesar 2,45% dengan tingkat inflasi m-to-m dan tingkat inflasi y-to-d masing-masing sebesar 0,37%.

Laju deflasi ini bertolak belakang dengan konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 11 institusi memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) akan naik atau mengalami inflasi 0,06% secara bulanan (month-to-month/mtm) di Januari 2026. Sementara itu, secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi mencapai 3,74%. Inflasi inti diperkirakan stagnan di 2,4%.

Januari 2026, RI Alami Inflasi 0,15%Foto: Januari 2026, RI Alami Inflasi 0,15%
Januari 2026, RI Alami Inflasi 0,15%

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |