BUMN China Diam-Diam Mau Bangun Proyek Properti Raksasa di Surabaya

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - China semakin agresif menanamkan modalnya di Jawa Timur. Setelah membidik Kawasan Industri Wiraraja Madura di Bangkalan, kini investor Negeri Tirai Bambu juga mulai masuk ke pengembangan kawasan baru di Jawa Timur lainnya. Kali ini, investasi China menyasar sektor properti dan pengembangan kawasan di wilayah Surabaya Timur.

Berbeda dengan investasi manufaktur di Madura yang diarahkan untuk membangun klaster pabrik berorientasi ekspor, kerja sama di Surabaya Timur ini menyasar pembangunan sebuah ekosistem perkotaan. Surabaya Timur dipilih karena pengembang melihat kawasan tersebut telah memiliki pasar.

Di sekitarnya terdapat ekosistem pendidikan dengan potensi pasar lebih dari 64 ribu mahasiswa serta kawasan industri SIER yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan tenaga kerja.

Total lahan yang akan dibangun di atas lahan sekitar 23 hektare dengan nama Urbanova Edu Hub dan bakal menjadi edu hub pertama di Indonesia. Kawasan ini dirancang menjadi proyek properti baru, termasuk menggabungkan sejumlah fungsi dalam satu kawasan, mulai dari residensial, pusat bisnis, hotel, hingga sekolah internasional.

Groundbreaking pengembangannya ditargetkan berlangsung pada akhir September 2026. Tahap pertama pembangunan diproyeksikan rampung pada kuartal IV-2028. Selanjutnya, kawasan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal I-2029.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China yakni China Light Industry International Engineering Co., Ltd. (CLIEC) bakal masuk ke proyek ini. CLIEC diproyeksikan mengerjakan proyek dengan skema turnkey, mulai dari perencanaan teknis, pengadaan, konstruksi hingga penyelesaian proyek.

Ilustrasi bendera China. (REUTERS/Tyrone Siu)Ilustrasi bendera China. (REUTERS/Tyrone Siu) Foto: (REUTERS/Tyrone Siu)

"Kami meyakini pengalaman, kapabilitas teknologi, serta dukungan finansial yang dimiliki China Light Industry International Engineering Co. Ltd akan mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan," ujar Dirut PT DMS Propertindo Mohamad Prapanca dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Selain CLIEC, ada BUMN China lain yang masuk, yakni Sinosure (China Export & Credit Insurance Corporation), fungsinya sebagai lembaga asuransi kredit ekspor. Untuk merealisasikan proyek tersebut, pengembang menyiapkan capital expenditure sekitar Rp3 triliun. Masuknya CLIEC, yang turut menggandeng Sinosure, menjadi salah satu faktor penting dalam tahapan pembangunan berikutnya.

"Realisasi pembiayaan pembangunan (capex) ini juga semakin positif dengan adanya back up dari CLIEC. Sehingga pembangunan Urbanova dapat berjalan tepat waktu dan terjaga kualitasnya," katanya.

Langkah ini terjadi ketika investasi China di Jawa Timur juga mulai bergerak ke berbagai sektor. Di Bangkalan, Madura, misalnya, China menjadi salah satu sumber investasi terbesar yang tengah dijajaki untuk pengembangan klaster manufaktur di Kawasan Industri Wiraraja Madura.

Dua proyek tersebut menunjukkan pola investasi China di Jawa Timur yang mulai merambah sektor berbeda. Di Madura, modal China diarahkan untuk membangun basis manufaktur dan rantai produksi berorientasi ekspor. Sementara di Surabaya, kerja sama dengan perusahaan China masuk ke sektor pengembangan kawasan dan infrastruktur properti.

Bagi Jawa Timur, masuknya investasi tersebut berpotensi memperkuat munculnya pusat-pusat ekonomi baru di luar kawasan industri yang selama ini telah berkembang di koridor Surabaya-Gresik.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |