Jakarta, CNBC Indonesia - Mengatur gaji bulanan masih menjadi tantangan bagi banyak orang. Tidak sedikit pekerja yang merasa penghasilannya selalu "habis tanpa jejak" sebelum akhir bulan.
Kondisi ini umumnya bukan semata karena penghasilan yang kurang, melainkan karena tidak adanya manajemen keuangan yang jelas.
Salah satu cara sederhana yang mulai banyak digunakan adalah metode 70-20-10. Konsep ini menawarkan cara praktis membagi gaji agar kebutuhan terpenuhi, masa depan terjamin, dan tetap ada ruang untuk menikmati hidup.
Lantas, bagaimana cara kerja metode ini dan seberapa efektif untuk kondisi finansial saat ini?
Apa Itu Metode 70-20-10 dalam Mengatur Gaji?
Metode 70-20-10 adalah teknik pengelolaan keuangan yang membagi penghasilan bulanan menjadi tiga bagian utama, yaitu:
-
70% untuk kebutuhan hidup
-
20% untuk tabungan dan investasi
-
10% untuk gaya hidup atau hiburan
Konsep ini mirip dengan metode budgeting lainnya, seperti 50-30-20, tetapi dengan penekanan lebih besar pada kebutuhan dasar. Terutama bagi masyarakat dengan penghasilan menengah yang sebagian besar pengeluarannya masih terserap untuk kebutuhan pokok.
Kenapa Metode 70-20-10 Cocok untuk Mengatur Keuangan?
Di tengah gaya hidup yang semakin konsumtif, banyak orang kesulitan menyisihkan uang untuk tabungan. Metode 70-20-10 kerap dijadikan solusi:
-
Tetap memenuhi kebutuhan utama
-
Tetap menabung secara konsisten
-
Tidak menghilangkan kesenangan pribadi
Dengan kata lain, metode ini membantu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan, keamanan finansial, dan kualitas hidup.
Cara Mengatur Gaji dengan Metode 70-20-10 Secara Praktis
1. Cara Membagi 70% Gaji untuk Kebutuhan Bulanan (Needs)
Porsi terbesar dalam metode ini dialokasikan untuk kebutuhan utama yang sifatnya wajib dan tidak bisa ditunda.
Contohnya:
-
Makan dan kebutuhan sehari-hari
-
Tagihan listrik, air, dan internet
-
Biaya transportasi
-
Cicilan (rumah, motor, kartu kredit)
-
Biaya tempat tinggal (sewa atau KPR)
Alokasi ini menjadi fondasi keuangan. Jika kebutuhan melebihi 70%, maka kondisi finansial bisa dianggap tidak sehat.
Strategi mengontrol kebutuhan:
-
Buat daftar pengeluaran tetap bulanan
-
Kurangi biaya yang bisa ditekan (misalnya langganan tidak penting)
-
Gunakan prinsip "cukup", bukan "ingin"
2. Cara Menyisihkan 20% Gaji untuk Tabungan dan Investasi
Bagian ini sering diabaikan, padahal sangat krusial untuk keamanan finansial jangka panjang.
Dana 20% ini bisa digunakan untuk:
-
Dana darurat
-
Tabungan tujuan (nikah, rumah, pendidikan)
-
Investasi (emas, reksa dana, saham)
Idealnya, dana darurat menjadi prioritas utama. Besarnya minimal:
-
3 bulan pengeluaran untuk lajang
-
6 bulan pengeluaran untuk yang sudah berkeluarga
Tips agar konsisten:
-
Gunakan auto-debit dari rekening utama
-
Pisahkan rekening tabungan dan kebutuhan
-
Anggap tabungan sebagai "tagihan wajib"
3. Cara Mengontrol 10% Gaji untuk Gaya Hidup Tanpa Boros
Banyak orang menganggap pengeluaran hiburan sebagai pemborosan. Padahal, dalam konsep keuangan modern, pengeluaran ini tetap penting untuk menjaga keseimbangan hidup.
Kategori ini meliputi:
-
Nongkrong di kafe
-
Nonton film atau langganan streaming
-
Belanja non-kebutuhan
-
Liburan
Namun, batasannya jelas: maksimal 10% dari penghasilan.
Dengan adanya porsi ini, kamu tetap bisa menikmati hidup tanpa merasa bersalah atau merusak kondisi keuangan.
Contoh Pembagian Gaji 70-20-10 yang Realistis untuk Pemula
Agar lebih mudah dipahami, berikut simulasi sederhana:
Jika gaji bulanan sebesar Rp5.000.000, maka pembagiannya adalah:
-
70% kebutuhan → Rp3.500.000
-
20% tabungan → Rp1.000.000
-
10% hiburan → Rp500.000
Dari sini terlihat bahwa meskipun penghasilan tidak terlalu besar, tetap ada ruang untuk menabung dan menikmati hidup.
Kelebihan Metode 70-20-10 untuk Mengatur Keuangan Bulanan
Metode 70-20-10 memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya relevan diterapkan di berbagai kondisi finansial, terutama bagi pekerja dengan penghasilan tetap.
1. Metode Atur Gaji yang Sederhana dan Mudah Diterapkan
Salah satu keunggulan utama metode ini adalah kesederhanaannya. Berbeda dengan metode budgeting lain yang memerlukan pencatatan detail hingga kategori kecil, metode 70-20-10 hanya membagi gaji ke dalam tiga pos utama.
Artinya, kamu tidak perlu:
-
Menghitung setiap transaksi secara rinci
-
Menggunakan aplikasi keuangan yang kompleks
-
Membuat banyak kategori anggaran
Cukup dengan mengetahui total penghasilan bulanan, kamu sudah bisa langsung membagi alokasinya berdasarkan persentase.
Hal ini membuat metode ini sangat praktis dan bisa langsung diterapkan bahkan oleh orang yang belum terbiasa mengatur keuangan.
2. Cocok untuk Pemula yang Baru Belajar Mengelola Keuangan
Bagi pemula, tantangan terbesar dalam mengatur keuangan adalah konsistensi dan pemahaman dasar. Metode 70-20-10 memberikan fondasi yang jelas:
-
Mana yang prioritas (kebutuhan)
-
Mana yang penting untuk masa depan (tabungan)
-
Mana yang boleh dinikmati (hiburan)
Dengan pembagian ini, seseorang tidak hanya belajar mengelola uang, tetapi juga mulai membangun pola pikir finansial yang sehat. Metode ini juga membantu menghindari dua kesalahan umum:
-
Terlalu boros karena tidak punya batas
-
Terlalu menekan diri hingga akhirnya "balas dendam" belanja
3. Fleksibel: Cara Mengatur Keuangan Sesuai Kondisi Gaji
Meskipun menggunakan angka 70-20-10, metode ini pada dasarnya tidak kaku. Dalam praktiknya, persentase bisa disesuaikan dengan kondisi, misalnya:
-
Jika biaya hidup tinggi → bisa menjadi 75-15-10
-
Jika ingin agresif menabung → bisa menjadi 60-30-10
-
Jika sedang banyak kebutuhan mendesak → bisa disesuaikan sementara
Fleksibilitas ini penting karena kondisi finansial setiap orang berbeda, tergantung pada:
-
Lokasi tempat tinggal
-
Status (lajang atau berkeluarga)
-
Besar penghasilan
-
Beban tanggungan
Dengan begitu, metode ini tidak terasa "memaksa", melainkan adaptif terhadap realita.
4. Menjaga Keseimbangan Keuangan dan Gaya Hidup
Salah satu alasan banyak orang gagal menabung adalah karena metode yang digunakan terlalu ketat dan tidak realistis. Metode 70-20-10 justru menekankan keseimbangan:
-
Kebutuhan tetap terpenuhi
-
Tabungan tetap berjalan
-
Gaya hidup tetap terakomodasi
Adanya alokasi 10% untuk hiburan berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Tanpa ini, seseorang berisiko:
-
Mengalami stres finansial
-
Kehilangan motivasi menabung
-
Melakukan pengeluaran impulsif
Dengan kata lain, metode ini tidak hanya menjaga keuangan tetap sehat, tetapi juga membantu menjaga kualitas hidup secara keseluruhan.
5. Membentuk Kebiasaan Menabung dan Disiplin Finansial
Keunggulan lain yang sering tidak disadari adalah metode ini membantu membangun habit (kebiasaan) yang berkelanjutan. Karena dilakukan setiap bulan secara konsisten, lama-kelamaan seseorang akan:
-
Terbiasa menyisihkan uang sebelum dibelanjakan
-
Lebih sadar terhadap pengeluaran
-
Memiliki kontrol yang lebih baik terhadap keuangan
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini jauh lebih penting dibandingkan sekadar nominal uang yang ditabung.
6. Membantu Mencapai Tujuan Finansial Jangka Panjang
Dengan adanya alokasi khusus 20% untuk tabungan dan investasi, metode ini secara tidak langsung mendorong pencapaian tujuan finansial, seperti:
-
Dana darurat
-
Uang muka rumah
Meskipun terlihat kecil di awal, akumulasi yang konsisten dari 20% ini bisa menjadi signifikan dalam beberapa tahun.
7. Solusi Mengatasi Gaji Habis Sebelum Akhir Bulan
Banyak orang mengalami kondisi di mana gaji habis tanpa tahu ke mana uang tersebut pergi.
Metode 70-20-10 membantu mengatasi masalah ini karena:
-
Setiap rupiah sudah punya "pos" masing-masing
-
Pengeluaran menjadi lebih terarah
-
Ada batasan yang jelas untuk setiap kategori
Dengan sistem ini, kamu akan lebih mudah melacak dan mengontrol arus kas bulanan.
Kekurangan Metode 70-20-10 yang Perlu Diketahui
Meski efektif, metode ini juga memiliki keterbatasan:
-
Kurang cocok untuk penghasilan sangat kecil
-
Bisa sulit diterapkan jika cicilan terlalu besar
-
Tidak mempertimbangkan kebutuhan khusus (misalnya biaya kesehatan tinggi)
Karena itu, penting untuk menyesuaikan metode ini dengan kondisi pribadi.
Perbandingan Metode 70-20-10 vs 50-30-20: Mana Lebih Cocok?
Selain 70-20-10, ada beberapa metode populer lain:
Metode 50-30-20
-
50% kebutuhan
-
30% keinginan
-
20% tabungan
Cocok untuk mereka dengan penghasilan lebih tinggi.
Metode Zero-Based Budgeting
Setiap rupiah dialokasikan hingga nol. Lebih detail, tetapi membutuhkan disiplin tinggi. Dibandingkan keduanya, metode 70-20-10 lebih praktis dan realistis untuk sebagian besar masyarakat Indonesia.
Siapa yang Cocok Menggunakan Metode 70-20-10?
Metode 70-20-10 sangat cocok untuk:
-
Karyawan dengan gaji tetap
-
Fresh graduate
-
Pekerja yang baru belajar mengatur keuangan
-
Individu dengan tanggungan ringan hingga sedang
Namun, bagi yang memiliki beban finansial besar, metode ini perlu disesuaikan.
Kesalahan Mengatur Gaji yang Sering Terjadi (Wajib Dihindari)
Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menerapkan metode ini:
-
Tidak konsisten dalam pembagian
-
Menggunakan dana tabungan untuk kebutuhan
-
Mengabaikan pencatatan keuangan
-
Terlalu besar di gaya hidup
Kesalahan-kesalahan ini bisa membuat metode tidak berjalan optimal.
Kesimpulan
Metode 70-20-10 adalah solusi sederhana namun efektif untuk mengatur gaji bulanan. Dengan membagi penghasilan ke dalam tiga pos utama-kebutuhan, tabungan, dan gaya hidup-metode ini membantu menciptakan keseimbangan finansial yang sehat.
Di tengah tekanan gaya hidup modern, memiliki sistem pengelolaan keuangan seperti ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Dengan disiplin dan konsistensi, siapa pun bisa mulai membangun kondisi keuangan yang lebih stabil, bahkan dari penghasilan yang terbatas.
(dag/dag)
Addsource on Google

2 hours ago
6

















































