Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
23 February 2026 15:25
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan pelemahan signifikan di awal 2026, dengan jumlah lowongan pekerjaan turun ke level terendah sejak masa pandemi Covid-19, selain itu indikator pengangguran juga menunjukkan tren yang meningkat.
Menurut situs lowongan kerja Adzuna, jumlah lowongan turun 3% pada Januari, menjadi 695.000. Jumlah ini menandai pertama kalinya jumlah lowongan yang diiklankan jatuh di bawah 700.000 sejak Januari 2021 atau era pandemi.
Jumlah pekerjaan untuk lulusan baru turun di bawah 10.000 untuk pertama kalinya sejak Adzuna mulai melacak data ini pada 2016.
Laporan tersebut menyoroti kontraksi signifikan, dengan jumlah lowongan turun 16 % dibanding Januari 2025, serta penurunan 19 % dalam enam bulan terakhir.
Adzuna mengatakan angka-angka ini menegaskan penurunan tajam peluang kerja sejak pertengahan 2025, yang memperburuk kondisi sulit bagi para pencari kerja yang sudah menghadapi tingginya biaya hidup, meningkatnya kontribusi asuransi nasional, serta semakin meluasnya integrasi kecerdasan buatan di tempat kerja.
Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan juga semakin ketat, dengan kini lebih dari dua pencari kerja bersaing untuk setiap posisi yang tersedia.
Pekerjaan yang paling sering dicari meliputi tenaga pendukung layanan kesehatan, staf gudang, sopir truk, buruh, dan asisten dapur.
"Ketika para ekonom menunjuk pada data ONS (Office for National Statistics) yang menunjukkan tingkat perekrutan mulai mendatar, gambaran langsung dari lowongan yang diiklankan justru menunjukkan cerita berbeda. Data Januari kami menunjukkan perekrutan mendekati level era pandemi, dan dengan posisi untuk lulusan baru turun ke rekor terendah, hal ini menunjukkan pasar tenaga kerja masih jauh dari kondisi stabil - setidaknya untuk saat ini." tutur Andrew Hunter dari Adzuna, dikutip dari The Guardian.
Dia menambahkan ada tanda-tanda ketahanan saat 2026 dimulai. Upah terus naik secara stabil, melampaui inflasi selama satu bulan lagi, dan beberapa sektor utama mengalami pertumbuhan kuat karena pemberi kerja bersaing mendapatkan tenaga kerja terampil.
"Cukup menggembirakan melihat sektor seperti pendidikan serta pekerjaan domestik dan kebersihan terus menambah lapangan kerja, menunjukkan bahwa permintaan belum sepenuhnya hilang di seluruh perekonomian." imbuhnya.
Pengangguran secara keseluruhan berada di level tertinggi dalam lima tahun, sedangkan kelompok usia muda menunjukkan tekanan yang jauh lebih besar. Hal ini semakin mengindikasikan bahwa kondisi pasar kerja kini lebih sempit dibanding periode sebelumnya.
Data ONS menunjukkan tingkat pengangguran di Inggris mencapai 5,2% per November 2025, tertinggi sejak Desember 2020 atau era pandemi.
Lowongan untuk lulusan universitas turun di bawah 10.000, yang menunjukkan penurunan paling dalam. Selain itu, jumlah pelamar per lowongan meningkat menjadi 2,4 orang, menandakan persaingan yang lebih ketat di pasar kerja.
Pekerjaan yang paling banyak dicari meliputi staf gudang, pekerja pendukung pelayanan kesehatan, pengemudi truk, buruh, dan asisten dapur.
Meskipun jumlah lowongan menurun, namun rata-rata gaji meningkat sekitar 6% menjadi sekitar £43.289 pada bulan Januari, jauh melebihi tingkat inflasi sekitar 3% pada bulan lalu.
Penyebab penurunan lowongan Kerja di Inggris:
-
Perusahaan memilih untuk menahan ekspansi tenaga kerja menyusul kenaikan kontribusi jaminan sosial nasional serta peningkatan upah minimum yang diumumkan Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, dalam dua anggaran terakhirnya. Kebijakan tersebut mendorong pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam melakukan perekrutan.
-
Tekanan biaya juga meningkat karena sebagian perusahaan kini mengalihkan fokus investasi ke otomatisasi dan teknologi kecerdasan buatan (AI), daripada menambah tenaga kerja baru. Pergeseran strategi ini turut mempersempit peluang kerja di sejumlah sektor.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(mae/mae)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































