Jakarta, CNBC Indonesia - NASA memutuskan untuk menunda peluncuran empat astronautnya ke Bulan setelah roket yang akan mengantar mereka berkali-kali gagal dalam uji coba. Roket Space Launch System (SLS) yang sudah hampir 2 pekan disiapkan di landasan peluncuran ditarik kembali ke hanggar.
Misi Artemis 2 untuk membawa manusia kembali ke Bulan sebelumnya ditargetkan meluncur pada Maret. Kini, hampir dipastikan peluncuran ditunda paling cepat 1 bulan.
NASA mengumumkan untuk penarikan roket SLS dari landasan peluncuran 39B di Kennedy Space Center, Florida, pada Minggu (22/2/2026). Roket berukuran nyaris 100 meter tersebut ditarik ke Vehicle Assembly Building untuk memperbaiki permasalahan suplai helium di roket bagian atas.
"Tergantung cuaca, NASA akan menarik roket SLS dan wahana Orion untuk Artemis 2 dari tempat peluncuran," kata NASA.
Peluncuran misi Artemis 2 bakal tertunda hingga April karena "jendela peluncuran" NASA untuk Maret sangat singkat. Jendela peluncuran pertama adalah 6-9 Maret dan kedua pada 11 Maret. Jika tidak bisa meluncurkan roket pada kedua jendela peluncuran tersebut, NASA harus menunggu 3 pekan lagi.
Bos NASA Jared Isaacman sebelumnya telah memberikan sinyal penundaan peluncuran Artemis 2 setelah uji coba kembali menemukan kebocoran aliran helium pada roket.
"Ini pasti akan berpengaruh ke jendela peluncuran Maret," kata Isaacman.
Artemis 2 adalah pertama kalinya NASA mengirim astronaut lebih jauh dari orbit Bumi rendah, sejak era misi Apollo. Empat astronaut direncanakan untuk dikirim ke orbit Bulan dan mengelilinginya selama 10 hari kemudian kembali ke Bumi.
"Pekerjaan segera dimulai untuk menyiapkan penarikan roket kembali ke VAB, tujuannya untuk mempertahankan jadwal peluncuran April," kata NASA.
(dem/dem)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































