Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
08 May 2026 08:50
Jakarta, CNBC Indonesia - Lanskap perbankan digital di Indonesia terus menunjukkan persaingan dinamis dalam menarik minat nasabah melalui penyesuaian tingkat suku bunga deposito.
Strategi ini merupakan bagian dari manajemen likuiditas serta upaya bank dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK). Berdasarkan pantauan hari ini Jumat (8/5/2026), sejumlah bank digital menetapkan struktur suku bunga yang bervariasi bergantung pada jangka waktu penempatan dan nominal saldo.
Berikut adalah rincian simulasi perhitungan bunga dari lima entitas perbankan digital.
Superbank
Superbank menawarkan struktur suku bunga yang cukup agresif dan menguntungkan bagi nasabah dengan nominal penempatan di bawah Rp 1 miliar untuk tenor menengah hingga panjang. Suku bunga tertinggi menyentuh level 7,50% untuk rentang saldo Rp 500.000 hingga Rp 1 miliar pada tenor 1 bulan hingga 12 bulan.
Sebaliknya, penempatan dana di atas Rp 1 miliar pada tenor yang sama justru mendapatkan tingkat bunga yang lebih rendah, yakni 6,50%. Untuk penempatan likuiditas jangka pendek 7 hari dan 14 hari, suku bunga dipatok stabil pada level 6,00% untuk seluruh kategori nominal.
Allo Bank
Allo Bank mencatatkan suku bunga maksimal sebesar 7,50% yang berlaku secara khusus untuk tenor 12 bulan, baik untuk nominal penempatan di bawah maupun di atas Rp 1 miliar.
Jika mencermati pada tenor 3 bulan dan 6 bulan, terdapat skema yang memberikan imbal hasil lebih tinggi bagi deposan dengan nominal besar. Penempatan di atas Rp 1 miliar pada periode tersebut mendapatkan persentase bunga 0,25% hingga 0,50% lebih tinggi dibandingkan tingkatan nominal di bawahnya.
Bank Jago
Bank Jago menerapkan sistem tiering suku bunga berjenjang yang mengikuti nominal penempatan dana nasabah. Pada tenor 1 dan 3 bulan, batas atas tingkat suku bunga mencapai 6,00% khusus untuk akumulasi saldo Rp 1 miliar ke atas.
Sementara itu, untuk tenor penempatan yang lebih panjang yakni 6 dan 12 bulan, Bank Jago menetapkan batas suku bunga maksimal yang lebih rendah, yaitu di angka 5,75% untuk penempatan dana yang melampaui Rp 500 juta.
SeaBank
Produk deposito dari SeaBank diklasifikasikan ke dalam dua skema, yakni suku bunga reguler dan suku bunga promo. Suku bunga tertinggi berada pada level 6,00% yang diaplikasikan untuk tenor 12 bulan pada kedua skema tersebut.
Terdapat perbedaan tingkat bunga pada tenor 1 bulan dan 3 bulan, di mana skema promo memberikan imbal hasil 0,25% hingga 0,50% lebih tinggi dibandingkan skema reguler. Pada tenor 6 dan 12 bulan, besaran persentase bunga antara kedua skema tersebut disamakan.
blu
Bank digital blu menyusun struktur suku bunga depositonya ke dalam lima kategori nominal dan tiga kelompok waktu penempatan. Tingkat pengembalian tertinggi tercatat sebesar 4,75% untuk penempatan dana Rp 1 miliar ke atas pada tenor 3 bulan.
Sebagai catatan tambahan, untuk kelompok tenor menengah hingga panjang pada rentang 4 hingga 12 bulan, blu menyederhanakan tiering nominal dan membatasi suku bunga maksimal pada level 4,00% untuk seluruh penempatan dana mulai dari Rp 100 juta ke atas.
Krom Bank
Krom Bank menerapkan kebijakan suku bunga yang cukup agresif dengan skema flat tanpa membedakan kategori nominal penempatan dana nasabah. Untuk instrumen jangka pendek dengan tenor 14 hari, bank ini memberikan imbal hasil sebesar 6,50%, yang kemudian meningkat menjadi 7,50% untuk tenor 1 bulan.
Tingkat suku bunga maksimal tercatat berada pada level 8,00% secara merata bagi seluruh nasabah yang melakukan penempatan dana dengan jangka waktu 12 bulan.
Bank Raya
Bank Raya melalui fitur Saku Jaga Optimal menawarkan fleksibilitas penguncian dana dengan tingkat imbal hasil yang bergerak secara progresif mengikuti durasi tenor.
Suku bunga dimulai dari level 4,00% untuk penguncian dana selama 1 bulan dan terus merangkak naik seiring dengan bertambahnya jangka waktu komitmen nasabah.
Penawaran tertinggi diberikan pada tenor jangka panjang selama 24 bulan yang mencapai angka 6,00% sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dana nasabah.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)
Addsource on Google

1 hour ago
3

















































