Dari Tertinggal Jadi Raja, Bagaimana China Kuasai Manufaktur Dunia?

2 hours ago 2

Salma Laiqa,  CNBC Indonesia

12 August 2026 13:04

Jaakrta, CNBC Indonesia - Pusat manufaktur global bergeser secara signifikan dalam dua dekade terakhir, didorong oleh kebangkitan China sebagai negara dengan industri manufaktur terbesar di dunia.

Data menunjukkan perubahan pangsa manufaktur delapan ekonomi utama dunia sepanjang 2005-2025. Perhitungan menggunakan data terbaru yang tersedia dari Bureau of Economic Analysis (BEA) dan World Bank.

Porsi tersebut dihitung berdasarkan nilai tambah manufaktur (manufacturing value added) dalam dolar AS berdasarkan harga berlaku (current US dollars).

Pemain Lama Manufaktur Global

Pada 2005, Uni Eropa menyumbang 24% dari total nilai tambah manufaktur global. Jerman, sebagai ekonomi terbesar di kawasan sekaligus salah satu pusat industri otomotif dunia, menyumbang lebih dari 7%.

Di seberang Atlantik, skala industri manufaktur AS hampir menyamai Uni Eropa. Meski telah mengalami deindustrialisasi selama beberapa dekade, AS masih menjadi negara dengan industri manufaktur terbesar di dunia, dengan industri berat yang terkonsentrasi di kawasan Midwest.

Sementara itu, Jepang menyumbang 13% dari nilai tambah manufaktur global pada 2005. Negara ini sejak lama dikenal sebagai produsen elektronik, barang konsumsi, dan kendaraan. Pada saat itu, sektor industri menyumbang lebih dari seperlima perekonomian Jepang.

Setelah Jepang, China menyumbang 9% dari manufaktur global dan Korea Selatan 3%. Sementara India, Meksiko, dan Rusia masing-masing memiliki pangsa 2%.

Kebangkitan China

Dalam dua dekade, pangsa China dalam manufaktur global meningkat tiga kali lipat menjadi 27% pada 2025. Angka tersebut 10 poin persentase lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat dan Uni Eropa yang masing-masing sebesar 17%.

Liberalisasi ekonomi China dan bergabungnya negara tersebut dengan World Trade Organization (WTO) pada 2001 turut mendorong China berkembang menjadi salah satu pusat manufaktur terbesar dunia.

Tenaga kerja yang besar dengan biaya relatif rendah serta berbagai insentif pajak di tingkat regional membantu menarik perusahaan multinasional dan investasi manufaktur bernilai miliaran dolar AS. Pada 2015, China telah menjadi negara dengan proporsi nilai tambah manufaktur global terbesar di dunia.

Pemain Manufaktur Lainnya di 2025

Seiring meningkatnya porsi China, kontribusi gabungan AS, Uni Eropa, dan Jepang terhadap nilai tambah manufaktur global turun signifikan. Ketiganya menyumbang 59% pada 2005, kemudian turun menjadi 39% pada 2025.

Penurunan tersebut mencerminkan pergeseran distribusi nilai tambah manufaktur global, dan tidak serta-merta menunjukkan bahwa produksi manufaktur secara absolut di masing-masing negara atau kawasan mengalami penurunan.

Sementara itu, kontribusi Meksiko, Rusia, dan Korea Selatan dalam manufaktur global relatif stabil sepanjang periode tersebut.

India mencatat kenaikan dari 2% menjadi 3%. Para pembuat kebijakan di India berharap dapat menarik lebih banyak investasi manufaktur asing seiring upaya negara tersebut memperluas perannya dalam rantai pasok global.

(slm/slm)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |