Di Saat Ribuan Terkena ISPA, Anggota Dewan Ini Terang-terangan Bakar Lahan, Goblok

8 hours ago 1

SAYA tak tahu di mana hati nuraninya anggota dewan ini. Di saat ratusan ribu orang terkena ISPA, belasan ribuan relawan bekerja siang malam memadamkan api, sampai bala bantuan tentara Jepang turun, ia malah asyik bakar lahan. Terang-terangan lagi.

Dasar dewan goblok. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Kalbar sedang seperti kamar sengaja diasapi. Dinas Kesehatan mencatat 165.727 kasus ISPA hingga Agustus 2026. Ribuan kasus baru terus bermunculan. Bayi-bayi sesak napas. Anak-anak batuk. Orang tua cemas. Rumah sakit menerima korban udara yang berubah menjadi racun.

Lebih dari 14.000 personel satgas darat berjibaku siang malam memadamkan api gambut. Mereka basah kuyup, kepanasan, menghirup nasap, masuk keluar lokasi kebakaran, sementara apinya nseperti punya dendam kepada manusia: dipadamkan nhari ini, muncul lagi besok.

Bandara Supadio pun ikut menjadi korban. Jarak pandang pernah anjlok hanya 300–600 meter. Puluhan penerbangan tertunda, dibatalkan, bahkan return to base.

Sekolah ikut kena. Anak-anak harus diliburkan atau belajar dari rumah agar tidak menghirup udara yang kualitasnya seperti asap dapur raksasa.

Ketika kita sudah kehabisan cara, Jepang datang.

Negeri Sakura mengirim kapal JS Kunisaki, tiga helikopter CH-47 Chinook, serta ratusan personel untuk membantu operasi pemadaman dan water bombing.

Lalu dari tengah neraka asap itu muncul seorang anggota DPRD Kabupaten Mempawah. Inisial C, dari Hanura. Bukan membawa selang pemadam. Bukan membawa masker. Bukan membawa bantuan. Dia membawa kamera. Di belakangnya, api sedang berkobar.

Dengan santai dia merekam pembakaran lahan dan mengatakan lahan itu sudah dibakar untuk kemudian ditanami sawit dan jagung. Sudah dibakar.

Kalimat dua kata yang terdengar seperti tamparan kepada 165.727 penderita jISPA.

Seolah-olah paru-paru rakyat adalah cerobong asap gratis. Seolah-olah 14.000 lebih personel satgas itu sedang olahraga pagi.

Seolah-olah pesawat yang return to base hanya sedang jalan-jalan lalu berubah pikiran. Seolah-olah sekolah diliburkan karena murid-murid terlalu rajin belajar. Seolah-olah Jepang mengirim Chinook ke Kalbar karena mereka sedang rindu suasana tropis.

Astaga! Ini wakil rakyat atau wakil korek api?

Rakyat sedang berjuang mendapatkan udara bersih, dia malah mempertontonkan bagaimana udara dibuat semakin kotor.

Lebih menyakitkan lagi, direkam sendiri. Bukan ketahuan kamera pengawas. Bukan foto buram dari kejauhan. Bukan cerita tetangga.

Kamera sendiri. Konten sendiri. Api sendiri. Bangga sendiri. Kalau satire mempunyai neraka, adegan ini mungkin sudah masuk ruang VIP.

Presiden telah menyebut praktik pembakaran hutan dan lahan yang membahayakan lingkungan sebagai persoalan serius dan mendorong penguatan sanksi, termasuk wacana “terorisme ekologi.”

Sementara negara sedang memperkeras suara terhadap pembakar lahan, muncul wakil rakyat justru memperlihatkan api berkobar di belakang tubuhnya.

Ironi macam apa ini? Jepang membawa Chinook. Dia membawa korek. Jepang datang memadamkan api. Dia datang menambah api.

Jepang mengirim personel. Dia mengirim konten. Jepang membantu menyelamatkan Kalbar. Dia malah seperti sedang mengikuti audisi menjadi tersangka dalam film dokumenter karhutla.

Jangan lupa, ini bukan sekadar soal sepetak tanah. Asap tidak berhenti di pagar kebun. Asap masuk ke rumah. Masuk ke sekolah. Masuk ke kabin pesawat. Masuk ke paru-paru.

Akhirnya masuk ke data kesehatan, 165.727 kasus ISPA. Jadi jangan heran kalau rakyat marah.

Karena ketika seorang wakil rakyat ikut mempertontonkan pembakaran lahan saat rakyat sedang megap-megap akibat asap, yang terbakar bukan cuma gambut. Yang ikut terbakar adalah rasa percaya rakyat kepada orang yang seharusnya mewakili mereka.

Sekarang tinggal satu pertanyaan, kalau wakil rakyat sendiri ikut bermain api, siapa sebenarnya yang harus menyelamatkan rakyat dari asapnya? Dasar dewqn goblok. Kalau tak ditangkap, saya tak ngerti lagilah.

TULISAN ini adalah hamparan pemikiran mandiri dan refleksi personal dari sang penulis. Redaksi hadir sebagai wadah yang merawat keberagaman perspektif, tanpa memiliki atau mendikte arah pemikiran di dalamnya. Oleh karena itu, setiap argumen, sudut pandang, dan implikasi dari tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab intelektual sang penulis.

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |