Efek Kesepatan Baru, Porsi Impor LPG RI dari AS Melejit Jadi 70%

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan porsi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS) meningkat jadi 70%. Hal itu sebagai tindak lanjut dari kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber energi untuk mengamankan pasokan sekaligus mendapatkan harga yang kompetitif. Sebelum kesepakatan baru terjalin, ketergantungan pasokan LPG dari AS sebenarnya sudah dominan.

"Dan kita mengetahui LPG Pertamina selama ini mengimpor porsi yang cukup besar dari Amerika Serikat kurang lebih sekitar 57%. Nah dengan adanya kesepakatan dagang ini tentunya kita akan bisa meningkatkan bisa sampai ke 70%," ujar Simon dalam konferensi pers daring dari Amerika Serikat, Senin (23/2/2026).

Simon menegaskan bahwa pelaksanaan impor energi senilai US$ 15 miliar ini akan tetap dijalankan dengan prinsip bisnis yang wajar (business as usual) dan transparan. Pihaknya menjamin tidak akan ada mekanisme penunjukan langsung, melainkan tetap melalui proses tender terbuka bagi mitra-mitra di AS yang memenuhi syarat.

"Rencana untuk impor energi dari Amerika Serikat antara lain yang pertama adalah teknis yang kami lakukan ini adalah business as usual. Jadi tidak ada penunjukan langsung tetapi seperti biasa mekanisme tender dan bidding yang tentunya terbuka," tegasnya.

Adapun, Simon mengakui bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan penurunan produksi alamiah (natural decline) di sektor hulu migas, sehingga impor diperlukan untuk menutup celah antara produksi dan konsumsi dalam negeri sembari menunggu upaya peningkatan lifting membuahkan hasil.

"Kami juga terus melakukan upaya-upaya agar supaya kita dapat meningkatkan produksi lifting kita yang kita ketahui bersama kita mengalami natural decline dan tentunya butuh terobosan-terobosan. Untuk memenuhi gap saat ini tentunya kita masih membutuhkan impor," tambahnya.

Selain LPG, Pertamina juga mendorong peningkatan impor minyak mentah (crude) dari AS serta menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah raksasa energi AS seperti ExxonMobil, Chevron, hingga Halliburton. Kerja sama ini tidak hanya sebatas jual beli, tetapi juga mencakup transfer teknologi dan pemulihan ladang minyak (oilfield recovery) untuk mendongkrak produksi domestik.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |