Geger Haji "Instan", 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) kini ditangkap di Arab Saudi. Mereka dilaporkan diduga terlibat promosi haji ilegal.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan bahwa berdasarkan informasi KJRI Jeddah, dalam satu pekan terakhir, terdapat 10 WNI ditangkap di Arab Saudi karena diduga terlibat promosi dan praktik jual beli haji "instan" tersebut. Penindakan serupa juga dilakukan terhadap sejumlah warga negara asing lainnya.

"Pemerintah Indonesia mendukung penuh kebijakan Arab Saudi, La Haj bila Tasrih, atau tidak ada haji tanpa izin resmi," kata Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, dalam pernyataan Selasa, dikutip Rabu (6/5/2026).

"Jika ada WNI yang menghadapi proses hukum, penanganannya sepenuhnya kami serahkan kepada otoritas hukum Arab Saudi. Pemerintah Indonesia tidak akan melakukan intervensi," tegasnya.

Maria menambahkan, penindakan tidak hanya berlaku bagi calon jemaah. Tetapi juga pihak yang mengorganisir, memfasilitasi, mempromosikan, atau mengambil keuntungan dari praktik haji ilegal.

Sementara itu, lanjutnya, di dalam negeri, pemerintah juga membuat Satgas Haji Ilegal yang melibatkan Kemenhaj, Polri, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Satgas terus melakukan pencegahan di titik pemberangkatan strategis.

"Operasi Satgas Haji Ilegal telah menggagalkan sejumlah keberangkatan yang diduga terkait haji ilegal. Ini bentuk kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari penipuan dan eksploitasi berkedok keberangkatan haji," jelasnya.

Kemenhaj mengimbau masyarakat tidak tergoda tawaran berhaji tanpa antre melalui jalur ilegal. Karena berisiko merugikan secara finansial dan dapat berujung pada sanksi pidana, deportasi, hingga larangan masuk Arab Saudi sampai 10 tahun.

Hingga Selasa, hari ke-15, penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M dilaporkan berjalan lancar, tertib, dan terkendali. Berdasarkan data hingga Senin, 4 Mei 2026, sebanyak 229 kloter dengan 89.051 jemaah dan 912 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Proses pemberangkatan, kedatangan, dan pergerakan jemaah terus dalam pendampingan petugas di seluruh titik layanan. Semua dilakukan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah," kata Maria lagi.

Maria menjelaskan, sebanyak 219 kloter dengan 85.039 jemaah dan 873 petugas telah tiba di Madinah. Sementara 68 kloter dengan 26.037 jemaah dan 272 petugas telah bergerak ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak haji.

Dari sisi kesehatan, tercatat 10.746 jemaah rawat jalan, 139 jemaah dirujuk ke KKHI. Sebanyak 208 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dengan 76 orang masih dalam perawatan.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |