Geger Sungai Kini Jadi Hamparan Pasir, Muncul Pulau-Tumbuh Rumput

14 hours ago 2

Gambar udara memperlihatkan hamparan pasir yang muncul di permukaan Sungai Vistula dekat Jozefow. Daratan bak pulau-pulau kecil terlihat dan ditumbuhi rumput.

Tampilan dari drone memperlihatkan gosong pasir yang muncul di permukaan Sungai Vistula dekat Jozefow—di pinggiran Warsawa, Polandia, pada 4 Agustus 2026—akibat gelombang panas yang menyebabkan penurunan permukaan air sungai di berbagai wilayah n

Gambar dari udara memperlihatkan hamparan pasir yang muncul di permukaan Sungai Vistula dekat Jozefow, di pinggiran Warsawa, Polandia, Selasa. Ini terjadi akibat surutnya debit air yang dipicu gelombang panas berkepanjangan. Perlu diketahui, Polandia kini menghadapi ancaman kekeringan yang semakin parah setelah permukaan sejumlah sungai utama mencapai titik terendah dalam sejarah pencatatan. Kondisi tersebut diperburuk oleh gelombang panas baru yang mendorong suhu di wilayah selatan negara itu mendekati 40 derajat Celsius. (REUTERS/Kacper Pempel)

Sebuah pemandangan dari drone memperlihatkan cakrawala Warsawa di balik hamparan pasir yang muncul ke permukaan di Sungai Vistula, saat gelombang panas menyebabkan penurunan permukaan air sungai di beberapa wilayah negara tersebut, di Warsawa, Polandia, 4 Agustus 2026.

Melansir Reuters Rabu (5/8/2026), ahli hidrologi dari Institut Meteorologi dan Pengelolaan Air (IMGW) di Warsawa, Pawel Staniszewski, mengatakan Polandia berpotensi mengalami kekeringan terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, peringatan kekeringan kini telah diberlakukan di seluruh negeri seiring terus menurunnya debit aliran sungai. Terlihat daratan bak pulau-pulau kecil muncul. (REUTERS/Kacper Pempel)

Tampilan dari drone memperlihatkan gosong pasir yang muncul di permukaan Sungai Vistula dekat Jozefow—di pinggiran Warsawa, Polandia, pada 4 Agustus 2026—akibat gelombang panas yang menyebabkan penurunan permukaan air sungai di berbagai wilayah negara tersebut.

Salah satu dampak paling nyata terlihat di Sungai San, Kota Stalowa Wola, yang pekan lalu mencatat rekor permukaan air terendah. Kondisi tersebut memaksa pemerintah setempat memberlakukan pembatasan penggunaan air bagi sektor industri. Penurunan debit air juga terjadi di Sungai Vistula, sungai terpanjang di Polandia. (REUTERS/Kacper Pempel)

Tampilan dari drone memperlihatkan gosong pasir yang muncul di permukaan Sungai Vistula dekat Jozefow—di pinggiran Warsawa, Polandia, pada 4 Agustus 2026—akibat gelombang panas yang menyebabkan penurunan permukaan air sungai di berbagai wilayah negara tersebut.

"Selama 70 tahun hidup saya, saya belum pernah melihat permukaan air serendah ini. Hari ini orang bisa menyeberanginya hanya dengan mengenakan celana pendek, padahal bertahun-tahun yang lalu ketinggian air bisa mencapai leher," kata dalah satu warga, Edward Gazda, pensiunan berusia 70 tahun. "Rumput kini tumbuh di area yang sebelumnya selalu terendam air." (REUTERS/Kacper Pempel)

Tampilan dari drone memperlihatkan gosong pasir yang muncul di permukaan Sungai Vistula dekat Jozefow—di pinggiran Warsawa, Polandia, pada 4 Agustus 2026—akibat gelombang panas yang menyebabkan penurunan permukaan air sungai di berbagai wilayah negara tersebut.

Staniszewski menjelaskan wilayah selatan Polandia menjadi daerah yang paling terdampak, meski ratusan stasiun pemantauan di seluruh negeri juga mencatat aliran sungai yang sangat rendah. Ia memperingatkan bahwa kondisi tersebut dapat mengganggu sektor pertanian, industri, hingga infrastruktur. Menurutnya, penyebab utama kekeringan bukan hanya suhu udara yang tinggi, melainkan minimnya curah hujan yang berlangsung secara berkepanjangan. (REUTERS/Kacper Pempel)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |