Hamas Respons RI Kirim Pasukan Perdamaian ISF ke Gaza, Tegaskan Ini

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat senior Hamas memberi respons soal pengiriman pasukan perdamaian global (International Stabilization Force/ISF) asal Indonesia ke Gaza di bawah Board of Peace (Dewan Perdamaian/BoP). Sebelumnya, media Israel menyebut RI sebagai negara pertama akan melakukannya.

Dalam sebuah wawancara di televisi Al-Jazeera, Osama Hamdan, mengatakan telah berbicara dengan pemerintah Indonesia. Ia menekankan jika itu memang terjadi, pasukan IRS Indonesia harus ditempatkan di perbatasan, mencegah Israel melanjutkan agresinya di tanah Palestina.

"Peran pasukan internasional harus berada di perbatasan Jalur Gaza untuk memisahkannya dari pendudukan (Israel)," tegasnya sebagaimana terlihat di akun medsos, seorang koresponden internasional Timur Tengah, @ArielOseran, dikutip Jumat (13/2/2026).

Ia pun yakin Indonesia akan menjadi "pendukung" Israel. Termasuk agenda apapun dari pemerintahan Zionis di Jalur Gaza.

"Kami mendengar pernyataan yang jelas di negara ini bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang melaksanakan agenda Israel ke rakyat Palestina atau melakukan agresi terhadap mereka," tambahnya lagi.

"Anda mendengar ini secara eksplisit dari pemerintah Indonesia, mereka tidak akan menjadi pihak atau pelaksana agenda Israel apa pun di Jalur Gaza," tegasnya.

Sejumlah media internasional sebelumnya melaporkan Indonesia berpotensi mengirim 5.000-8.000 prajurit sebagai bagian dari ISF, sebuah pasukan multinasional yang diusulkan dalam kerangka perdamaian Gaza. Namun, pemerintah menegaskan angka tersebut masih dalam tahap pembahasan dan negosiasi dengan mitra internasional.

ISF di Gaza dibentuk melalui Resolusi 2803 yang diadopsi Dewan Keamanan PBB pada 17 November 2025. Resolusi yang diusulkan Amerika Serikat (AS) itu didukung 13 anggota DK PBB, sementara Rusia dan China memilih abstain.

Resolusi tersebut memberi mandat kepada negara anggota PBB dan BoP untuk membentuk ISF sementara di Gaza di bawah komando terpadu. Pasukan ini bertugas mengamankan wilayah, melindungi warga sipil, serta mendukung stabilitas dan koridor kemanusiaan, dengan pendanaan bersumber dari kontribusi sukarela dan BoP.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan beberapa waktu lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara mengenai rencana pasukan perdamian ke Gaza, Palestina. Ia mengatakan pembicaraan masih dilakukan.

Prasetyo menjelaskan komitmen Indonesia di untuk mendorong pengakuan kemerdekaan terhadap bangsa Palestina. Selain itu juga mengupayakan untuk membantu masyarakat di Gaza.

"Makanya kita Indonesia beserta dengan tujuh negara muslim yang lain memutuskan untuk bergabung di BoP. Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi, mengurangi eskalasi konflik yang terjadi sehingga saudara-saudara kita berkurang penderitaannya. Dan sekarang proses bantuan makanan bisa masuk ke Gaza. Ini kita berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita," katanya.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |