Harga BBM Non Subsidi Naik Tinggi, Ini Kata ESDM

8 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya jenis diesel yang kini dilaporkan menembus kisaran Rp30.000 per liter di sejumlah SPBU swasta dan juga SPBU Pertamina yang mencapai Rp27.900 per liter.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaiman menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM non subsidi, terutama diesel yang banyak digunakan sektor industri tidak lepas dari kondisi geopolitik global yang saat ini masih bergejolak.

"Ya tentu kalau kita perhatikan kan kondisi geopolitik ini tidak stabil ya. Naik turun, naik turun, naik turun," kata Laode ditemui di Kementerian ESDM Senin malam, (4/5/2026).

Meski begitu, menurut Laode pemerintah saat ini lebih memprioritaskan aspek ketahanan energi, khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan BBM di dalam negeri. Dengan begitu, pemerintah belum berfokus pada intervensi harga.

"Yang paling penting buat kita itu saat ini menjaga stok aja aman. Udah itu aja dulu, kita nggak usah pikirin dulu. Ini tapi stok aman aja udah, itu yang paling penting," katanya.

Sebagaimana diketahui, Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel di jaringan SPBU swasta kembali menjadi sorotan. Pasalnya, harga jual BBM jenis diesel kini telah menembus kisaran Rp30 ribu per liter.

Sebagai contoh, berdasarkan harga terbaru yang diunggah melalui akun Instagram resmi Vivo Energy Indonesia (@spbuvivo), penyesuaian harga BBM berlaku mulai 1 Mei 2026.

Adapun, untuk produk Revvo 92 harga ditetapkan sebesar Rp12.390 per liter. Sementara untuk produk diesel unggulannya yakni Diesel Primus dibanderol Rp30.890 per liter.

"Update harga BBM terbaru! Saatnya isi bahan bakar dengan pilihan yang lebih smart & berkualitas di SPBU VIVO," tulis akun tersebut dikutip Minggu (3/5/2026).

Kenaikan harga ini juga terlihat di SPBU swasta lainnya. Berdasarkan pantauan pada salah satu SPBU BP harga BBM menunjukkan angka serupa. BBM jenis BP 92 tercatat dibanderol Rp12.390 per liter, sedangkan BP Ultimate Diesel berada di level Rp30.890 per liter.

SPBU Pertamina juga menaikkan harga produks BBM non subsidinya seperti RON 98 atau Pertamax Turbo menjadi Rp 19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter. Sementara itu Dexlite mengalami kenaikan menjadi Rp 26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600 per liter.

Adapun Pertamina Dex juga mengalami kenaikan menjadi Rp27.900 per liter atau naik dari sebelumnya Rp23.900 per liter.

Untuk BBM jenis RON 92 atau Pertamax tetap. Begitu juga dengan Pertamax Green 95 dan juga RON 90 Pertalite serta BBM Solar Subsidi yang saat ini belum ada perubahan.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |