Harga Emas Mengenaskan: Jatuh ke Level US$ 4.800, Terendah 2 Minggu

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak kembali jatuh terdapat kabar damai dari Menteri Luar Negeri Iran, yang mengatakan kemajuan telah dicapai dalam pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) di Jenewa.

Pada perdagangan Selasa (17/2/2026), harga emas dunia turun 2,3% di level US$4.877 per troy ons.Pelemahan ini memperpanjang derita emas dengan melemah 3,3% dalam dua hari beruntun. Harga penutupan kemarin juga menjadi yang terendah sejak 5 Februari atau dalam dua pekan.

Pada perdagangan hari ini Rabu (18/2/2026) hingga pukul 06.27 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,004% di posisi US$4.877,06 per troy ons.

Harga emas turun lebih dari 2% pada  Selasa karena tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran mendorong investor menjauh dari aset safe-haven, sementara dolar yang lebih kuat menambah tekanan untuk menjual.

Pada perdagangan Selasa (17/2/2026), indeks dolar AS (DXY) lompak dengan penguatan 0,25% di level 97,15. Dolar AS yang naik membuat emas batangan yang dihargai dalam mata uang tersebut lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

"Pasar bullish perlu diberi umpan fundamental baru secara berkala dan dengan pasar emas dan perak, belakangan ini kurang ada berita fundamental bullish baru untuk mendorong harga lebih tinggi," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepahaman tentang prinsip-prinsip panduan utama dalam putaran kedua pembicaraan nuklir di Jenewa pada hari Selasa, tetapi masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan, ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Para negosiator dari Ukraina dan Rusia juga berkumpul di Jenewa selama dua hari untuk pembicaraan perdamaian yang dimediasi AS.

Wyckoff mengatakan pembicaraan tersebut menggarisbawahi dampak negatif bagi emas dan perak.

"Jika AS dapat menghindari serangan terhadap Iran, kecemasan pasar akan mereda dan itu akan berdampak negatif bagi emas dan perak sebagai aset safe-haven, dan hal yang sama berlaku untuk pembicaraan Rusia-Ukraina," tambahnya.

Investor sedang menunggu risalah dari pertemuan The Federal Reserve (FOMC) bulan Januari, yang akan dirilis pada hari Rabu, dan laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS untuk bulan Desember, yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk mendapatkan petunjuk tentang prospek suku bunga bank sentral AS. Pasar sejauh ini mengantisipasi penurunan suku bunga pertama tahun ini akan terjadi pada bulan Juni.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.

Banyak pasar Asia tutup pada hari Selasa karena liburan Tahun Baru Imlek, termasuk China daratan, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura.

Harga Emas Diperkirakan Akan Berputar di Sekitar US$5.000/ons pada Kuartal I 2026

Dalam Laporan Logam Triwulanan Kuartal I 2026, Kepala Riset Sucden Financial, Daria Efanova, dan Analis Riset Senior, Viktoria Kuszak, mengatakan bahwa harga emas batangan telah bergeser dari reli yang didukung secara fundamental ke fase yang lebih didorong oleh momentum.

"Kami memperkirakan emas akan terkonsolidasi hingga akhir Kuartal I 2026, dengan pergerakan harga tetap volatil dan dua arah setelah koreksi akhir Januari," tulis para analis dalam analisis triwulanan terbaru perusahaan.

Meskipun terjadi penurunan beberapa hari terakhir, harga emas tetap naik lebih dari 6% secara bulanan dan lebih dari 72% secara tahunan, meskipun masih di bawah puncaknya pada Januari di atas US$5.600 per troy ons. Perak, yang telah naik hampir 137% secara tahunan, tetap lebih volatil, mencerminkan peran gandanya sebagai logam investasi dan industri.

Sucden mengatakan reli emas semakin menjadi cerminan yang lebih luas dari ketidakpastian makro dan kebijakan.

"Emas telah menjadi ekspresi yang lebih luas dari ketidakpercayaan makro dan kebijakan, bahkan ketika pergerakan harga jangka pendek didominasi oleh aliran spekulatif," catat laporan tersebut.

Para analis menambahkan bahwa permintaan investasi yang kuat terus memberikan bantalan terhadap penurunan harga, bahkan ketika volatilitas yang didorong oleh posisi meningkat. Pada tahun 2025, total permintaan emas melebihi 5.000 ton untuk pertama kalinya dalam sejarah, didukung oleh pembelian bank sentral dan arus masuk ETF yang kuat.

Para pelaku pasar kini mengamati dengan saksama komunikasi The Federal Reserve yang akan datang, termasuk risalah FOMC, pembaruan PDB, dan data inflasi PCE, untuk mendapatkan kejelasan mengenai waktu potensi penurunan suku bunga.

Ekspektasi untuk beberapa penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini tetap tertanam dalam penetapan harga berjangka, meskipun ketidakpastian kebijakan terus membentuk arus masuk ke logam mulia.

Sucden mengatakan aksi jual pada akhir Januari, yang sempat mendorong harga emas mendekati US$4.500 per troy ons, mengatur ulang posisi setelah harga naik di atas US$5.400 per troy ons. Perusahaan tersebut memperkirakan perdagangan dua arah lebih lanjut hingga akhir kuartal, dengan penurunan harga berfungsi untuk mengkalibrasi ulang eksposur spekulatif daripada menandakan pembalikan struktural.

Meskipun risiko resesi yang terkait dengan lemahnya pasar tenaga kerja dan ketegangan geopolitik tetap menjadi fokus, pandangan dasar Sucden menunjukkan konsolidasi daripada penurunan yang berkelanjutan. Untuk saat ini, peran emas sebagai perdagangan momentum dan aset safe-haven tradisional tampaknya menjaga harga tetap berada di dekat ambang batas US$5.000 per troy ons.

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |