Jakarta, CNBC Indonesia - Para negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran mengadakan pembicaraan maraton di Swiss hingga Minggu malam kemarin. Pertemuan ini merupakan putaran pertama pembicaraan yang bertujuan untuk mencapai penyelesaian akhir perang sesuai dengan 14 poin nota kesepahaman (MOU) yang ditandatangani awal pekan ini.
Kedua negara saat ini meluncurkan upaya 60 hari menuju perjanjian nuklir baru. Pembicaraan dilakukan hampir tanpa henti di Danau Lucerne, Burgenstock.
AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dan termasuk utusan Gedung Putih Steve Witkoff dan Jared Kushner. Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Ghalibaf, termasuk kepala bank sentral Iran, wakil menteri perminyakan, dan ketua Perusahaan Minyak Nasional Iran.
Sejumlah keriuhan terjadi di tengah pembicaraan. Pembicaraan awalnya dijadwalkan pada hari Jumat tetapi ditunda setelah serangan Israel terhadap Lebanon.
Selain itu, menurut kantor berita Iran Mehr, negosiasi hari Minggu juga dihentikan sekitar 80 menit setelah pertemuan dimulai. Hal itu terjadi usai Trump mengancam akan "menghantam Iran dengan sangat keras lagi".
Tapi bagaimana updatenya saat ini? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Senin (22/6/2026), soal hasil resmi pembicaraan AS-Iran dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
1.Apa Isi Pernyataan Bersama?
Tidak ada deklarasi bersama dari AS dan Iran, yang melakukan pembicaraan melalui perantara. Tetapi para mediator - Pakistan dan Qatar mengatakan pembicaraan di Danau Lucerne diadakan dalam "suasana positif dan konstruktif" dan menghasilkan "kemajuan yang menggembirakan"
Para pihak menyepakati peta jalan 60 hari menuju kesepakatan akhir, dimulainya pembicaraan teknis lebih lanjut, dan jalur komunikasi untuk mencegah insiden di Selat Hormuz. Para mediator juga mengumumkan pembentukan sel dekonflik Lebanon untuk membantu memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer berdasarkan memorandum tersebut.
Kedua pihak juga sepakat untuk membentuk Komite Tingkat Tinggi (KTT) untuk mengawasi proses tersebut. Kepala negosiator akan secara teratur melaporkan kepada komite dan memimpin kelompok kerja yang berfokus pada isu-isu nuklir, sanksi, pemantauan implementasi, penyelesaian sengketa, dan "hal-hal lain".
2.Apa Kata Iran?
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pembicaraan tersebut berfokus pada pengakhiran konflik yang terus berlanjut antara Israel dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon. Termasuk pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran dan pencairan dana Republik Islam yang dibekukan.
CEO perusahaan minyak negara Iran, Hamid Bovard, mengatakan kepada kantor berita IRIB bahwa isu ekspor minyak sedang "dibahas secara serius" dalam pertemuan tersebut, seraya menambahkan bahwa "hampir setengah dari ekspor minyak bulanan negara itu telah dikirim ke luar negeri" dalam "beberapa hari terakhir".
Seorang anggota tim negosiasi juga dilaporkan menyatakan bahwa draf proposal tentang keringanan sanksi sementara untuk minyak Iran dan turunannya telah "selesai". Tapi tak ada detil lebih lanjut.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berbicara sambil berdiri di antara Wakil Presiden AS JD Vance dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani sebelum pertemuan segi empat antara Amerika Serikat, Iran, Pakistan, dan Qatar di kompleks hotel mewah Burgenstock yang menghadap Danau Lucerne, Swiss, pada 21 Juni 2026. (Fabrice Coffrini/Pool via REUTERS)
3.Iran Sempat Walk Out?
Sebelumnya pada hari Minggu, Trump menuntut agar Iran mengendalikan Hizbullah. Ia memperingatkan bahwa AS akan "menghantam Iran dengan sangat keras lagi" jika tidak.
"Iran harus segera menghentikan proksi mereka di Lebanon dari menimbulkan masalah," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Ghalibaf membalas dalam sebuah unggahan di X. Ia mengatakan bahwa Teheran menganggap ancaman Amerika tidak berarti apa-apa.
"Tidakkah mereka berpikir bahwa jika ancaman mereka berpengaruh, mereka tidak akan sampai pada titik keputusasaan hari ini?" tulis pejabat itu, menambahkan bahwa Washington harus "berhati-hati dengan pernyataan mereka," agar militer Iran tidak merespons.
"Apa pun yang mereka katakan, kamilah yang akan bertindak," kata ketua parlemen.
Sebagai bentuk protes terhadap ancaman Trump, delegasi Iran dilaporkan menangguhkan pembicaraan untuk hari itu. Kantor Tasnim mengatakan Iran sedang mempertimbangkan "tanggapan yang tepat".
4.Apa kata AS?
Vance mengatakan dalam konferensi pers di Burgenstock bahwa AS dan Iran telah membuat "kemajuan besar," menggambarkan posisi Washington sebagai "uluran tangan" kepada rakyat Iran. Ia tetap mempertahankan bahwa Teheran harus "bersedia untuk berhenti menjadi pendorong ketidakstabilan regional" dan "bersedia untuk melepaskan ambisi senjata nuklir dalam jangka panjang" agar AS "bersedia untuk secara fundamental mengubah hubungan kita dengan negara itu".
Wakil presiden AS juga berusaha untuk mengecilkan risiko pembicaraan yang terganggu oleh permusuhan yang terus berlanjut di Lebanon. Ia mengklaim bahwa "kemajuan besar" telah dicapai dalam beberapa hari terakhir dalam memastikan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.
Trump mengatakan kepada Fox News pada hari Minggu bahwa ia memiliki "opsi 60 hari dan saya dapat melakukan apa pun yang saya inginkan setelah opsi itu". Dia juga memperingatkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang sebelumnya bersikeras bahwa Teheran harus mempertahankan kemampuan untuk memperkaya uranium, untuk "memperhatikan tindakannya".
5.Apa yang terjadi di Lebanon?
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu bahwa Yerusalem Barat akan mempertahankan militernya di Lebanon selatan "selama diperlukan". Ia bahkan sesumbar "tidak akan membiarkan Iran "mempersenjatai diri dengan senjata nuklir," terlepas dari "apa pun perkembangan diplomatik yang mungkin terjadi".
Hizbullah menegaskan pada hari yang sama bahwa mereka tidak akan membiarkan pasukan Israel tetap berada di Lebanon, dan bersumpah untuk menanggapi setiap pelanggaran gencatan senjata. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel menewaskan 105 orang dan melukai lebih dari 150 lainnya pada hari Jumat dan Sabtu.
6.Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Negosiasi berlangsung tegang namun belum berakhir, dengan kontak jalur belakang yang masih berlangsung. Seorang diplomat senior AS yang terlibat dalam perundingan tersebut menegaskan bahwa "Iran masih di sini dan diskusi sedang berlangsung," dan bahwa delegasi AS berharap "bekerja sepanjang malam."
Sebuah sumber juga mengatakan kepada RT bahwa delegasi Iran masih berada di sebuah hotel di Burgenstock. Pembicaraan teknis diperkirakan akan berlanjut hingga sisa minggu ini.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 hour ago
3

















































