Jakarta, CNBC Indonesia - Halmahera Selatan mencatatkan capaian positif dalam penyerapan tenaga kerja. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Selatan, Daud Djubedi mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kabupaten Halmahera Selatan berhasil ditekan hingga kisaran 2% dan menjadikannya yang terendah di Provinsi Maluku Utara. Daud mengatakan tren penurunan pengangguran terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
"Berdasarkan data BPS, TPT kita saat ini ada di angka 2% dan ini terus mengalami penurunan," ujar Daud dikutip dari keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Menurut Daud, salah satu faktor utama yang mendorong tingginya penyerapan tenaga kerja adalah berkembangnya aktivitas industri pertambangan dan hilirisasi nikel, khususnya di Pulau Obi. Ia menyebut sebagian besar angkatan kerja di Halmahera Selatan kini telah terserap ke sektor industri tersebut.
"Untuk jumlah riil angkanya saya tidak menghafal detailnya, tetapi secara persentase adalah 2%. Pekerja kita memang banyak yang terserap di industri pertambangan," jelasnya.
Adapun salah satu perusahaan yang beroperasi di Pulau Obi adalah pertambangan dan pengolahan nikel, Harita Nickel. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan perusahaan, sekitar 45% dari total karyawan Indonesia perusahaan berasal dari Maluku Utara.
Selain membuka lapangan kerja, Harita Nickel juga menjalankan berbagai program pengembangan kompetensi masyarakat. Salah satunya melalui Program PELITA (Pelatihan dan Pendidikan Vokasi Terintegrasi) yang membekali pemuda Pulau Obi dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Foto: Pekerja Tambang di Halmahera
Sejak diluncurkan pada 2024, program tersebut telah melatih pemuda Pulau Obi dan sekitarnya melalui berbagai bidang keahlian, mulai dari operator alat berat, operator overhead crane, pelatihan Bahasa Mandarin vokasi, hingga teknisi AC. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teori dan praktik, tetapi juga pengalaman magang di lingkungan kerja serta sertifikasi kompetensi, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk terserap ke dunia kerja.
Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka di Halmahera Selatan konsisten di kisaran 2%. Pada Agustus 2023 mencapai 2,44% lalu sempat menyentuh 2,00% pada 2024, dan menyentuh 2,5% pada 2025. Fluktuasi ini juga dipengaruhi peningkatan jumlah penduduk.
Daud menargetkan angka pengangguran terus ditekan hingga mencapai 1,91% pada 2027. Target tersebut akan ditempuh melalui dua strategi utama, yakni meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal agar lebih mudah masuk ke dunia kerja formal serta mendorong lahirnya wirausaha baru melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.
"Melalui dua skema ini, kami optimistis penurunan TPT Halmahera Selatan dapat tercapai secara terukur," kata Daud.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

14 hours ago
2

















































