Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas, termasuk lima di antaranya anak-anak, setelah sejumlah bangunan runtuh di pinggiran timur kota Mumbai, India pada Minggu (5/7/2026). Tragedi maut ini menjadi korban jiwa terbaru dari bencana hujan badai ekstrem yang merendam kota dan melumpuhkan jalur transportasi massal.
Mengutip laporan Reuters, Senin (6/7/2026), otoritas sipil setempat mengonfirmasi bahwa musibah tersebut terjadi di kawasan permukiman padat Mankhurd, di mana dua hingga tiga rumah bertingkat roboh seketika akibat didera hujan lebat. Selain memicu jatuhnya korban jiwa, intensitas hujan yang sangat tinggi juga memicu bencana tanah longsor di jalan tol utama yang menghubungkan Mumbai dengan Pune.
Kondisi tersebut memaksa pihak berwenang menutup total jalur tol dan memutus arus lalu lintas kendaraan di antara kedua kota besar tersebut. Tayangan televisi lokal memperlihatkan bongkahan puing-puing konstruksi yang hancur berserakan di jalanan, sementara air hujan tampak mengalir deras dari atap terowongan jalan tol.
Dampak buruk cuaca ekstrem ini tidak hanya memutus akses transportasi darat, melainkan juga mengacaukan operasional penerbangan di bandara. Bencana ini bahkan memaksa pembatalan masif pada jadwal perjalanan kereta api jarak jauh yang menghubungkan kota-kota strategis.
Media lokal memperlihatkan para penduduk terpaksa berjalan kaki menembus genangan banjir yang merendam jalan-jalan protokol kota. Akibat situasi darurat ini, seluruh operasional sekolah dan perguruan tinggi resmi ditiadakan pada hari Senin ini.
Dalam penjelasan otoritas setempat, insiden tumbangnya pepohonan akibat embusan angin kencang sejak akhir bulan lalu juga telah menewaskan sedikitnya tiga orang warga.
Kota yang menjadi pusat keuangan India tersebut mencatatkan curah hujan melebihi 100 mm, bahkan beberapa titik terpantau diguyur hujan ekstrem hingga menyentuh angka 161 mm.
Badan meteorologi India memproyeksikan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan di banyak wilayah ibu kota.
"Kami mengimbau warga untuk selalu waspada mengingat infrastruktur kota masih rentan mengalami kerusakan akibat cuaca buruk susulan," tuturnya.
(luc/luc)
Addsource on Google

4 hours ago
4

















































