Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan ini dengan meninggalkan level 7.000.
IHSG ditutup turun 204,92 poin atau -2,86% ke level 6.969,40, Jumat (8/5/2026). Sebanyak 607 saham turun, 138 naik, dan 214 stagnan.
Nilai transaksi terbilang tinggi, yakni Rp 36,06 triliun, melibatkan 54,38 miliar saham dalam 2,8 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi Rp 12.406 triliun.
Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona merah dengan utilitas, bahan baku, dan energi turun paling dalam, masing-masing -9,34%, -6,76%, dan -5,27%.
Tercatat saham-saham komoditas, mulai dari batu bara hingga nikel mendadak turun signifikan pada perdagangan sesi 2. Merdeka Copper Gold (MDKA), Timah (TINS), Vale Indonesia (INCO), dan Merdeka Gold Resources (EMAS) turun lebih dari 10%.
Akan tetapi dua pemberat utama IHSG hari ini adalah Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang masing-masing menyubang -20,29 poin dan -20,28 poin.
Koreksi dalam pada saham-saham komoditas, khususnya nikel seiring dengan rencana pemerintah untuk menerapkan pajak baru untuk sektor batu bara dan nikel atas 'durian runtuh' keuntungan industri. Pajak ini kerap disebut sebagai windfall profit tax.
Pengenaan windfall tax terhadap sektor pertambangan dan pengelolaan nikel ini akan dikenakan beriringan dengan pemberlakuan bea keluar. Saat ini, kebijakan itu kata dia masih didiskusikan dengan Kementerian ESDM.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengenaan bea keluar plus windfall tax profit untuk komoditas nikel ditujukan untuk mengompensasi subsidi energi yang telah digelontorkan pemerintah di tengah tingginya gejolak harga minyak mentah dunia, akibat konflik di Timur Tengah.
Terpisah, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas telah menetapkan deretan kebijakan perpajakan yang akan berlaku pada 2027, untuk mengejar rasio penerimaan negara sebesar 11,82%-12,40% PDB.
Rasio penerimaan negara pada 2027 itu terdiri dari target Penerimaan Perpajakan sebesar 10,02%-10,50% PDB dan Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP sebesar 1,80%-1,89% PDB.
Dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, terungkap bahwa upaya untuk mengejar target rasio itu ditempuh melalui modernisasi administrasi perpajakan dan PNBP, integrasi basis data didukung oleh digitalisasi untuk mencegah kebocoran dan menangkap seluruh aktivitas ekonomi (termasuk sektor informal).
Termasuk kebijakan di dalamnya ialah penerapan windfall tax. "Penguatan pengawasan, simplifikasi regulasi untuk mengurangi informalitas, penerapan windfall tax secara terukur dan terarah, serta penguatan sinergi pusat dan daerah," dikutip dari dokumen RKP 2027, Jumat (8/5/2026).
Selain itu, pemerintah tengah mengkaji penerapan sistem bagi hasil seperti di sektor minyak dan gas bumi (migas) untuk industri pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Hal ini dilakukan agar pengelolaan sumber daya alam dinilai bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan pemerintah ingin memastikan bahwa baik tambang lama maupun baru dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan negara. Salah satu pendekatan yang dipertimbangkan adalah mengadopsi pola kerja sama seperti di sektor migas.
Adapun, di sektor migas setidaknya terdapat skema cost recovery dan gross split yang digunakan dalam kontrak kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta. Model ini dinilai dapat menjadi referensi untuk diterapkan di sektor minerba.
Dari luar negeri, ketegangan kembali terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Kamis-Jumat (8/5/2026). Dalam update terbaru, saling tembak dilakukan kedua negara di Selat Hormuz.
Serangan juga dilaporkan terjadi di langit Teheran. Di sisi lain, Uni Emirat Arab (UEA) juga melaporkan serangan drone dan rudal. Pengumuman pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi Jinping juga dipaparkan.
Seiring dengan hal tersebut bursa di kawasan juga masuk ke zona merah. ASX200 turun paling dalam, yakni -1,51%, HSI -0,87%, Taiwan -0,79%, dan Nikkei -0,19%.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

1 hour ago
3

















































