Jakarta, CNBC Indonesia - Harta orang terkaya RI Prajogo Pangestu kembali turun tajam setelah portofolio saham yang dimilikinya kompak ambruk pada perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026), di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tak tanggung-tanggung total kerugian yang ditanggung oleh Prajogo ditaksir mencapai Rp 69 triliun menyusul pengumuman MSCI yang mengeluarkan saham Grup Barito dalam indeks bergengsi tersebut.
Pengumuman ini datang bertepatan dengan ulang tahun Prajogo Pangestu yang lahir di Kalimantan Barat pada 13 Mei 1944 yang mana hari ini merupakan ulang tahun ke-84 taipan RI tersebut.
Hari ini MSCI mengumumkan saham BREN, TPIA dan CUAN keluar dari MSCI Global Standard Index.
Sebanyak 6 saham milik Prajogo kompak berakhir di zona merah yakni Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Daya Investasi (CDIA), Petrosea (PTRO), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), Barito Pacific (BRPT) dan Chandra Asri Pacific (TPIA.
Ambruknya saham-saham milik Prajogo ikut menyeret IHSG yang anjlok nyaris 2% dan turun ke level 6.700-an.
Saham-saham milik Prajogo juga masuk dalam 10 emiten yang paling membebani kinerja IHSG hari ini.
Secara spesifik Prajogo memiliki kepemilikan langsung 71,37% di BRPT dengan kerugian pada perdagangan hari yang ditanggung Prajogo mencapai Rp 13,38 triliun. Kemudian di TPIA Prajogo memiliki 5,03% saham secara langsung dan 34,63% lewat BRPT dengan total kerugian perdagangan hari ini mencapai Rp 19,29 triliun. Lalu ada CUAN yang 81,90% dimiliki langsung oleh Prajogo dengan nilai total kerugian senilai Rp 8,74 triliun. Kemudian ada CDIA dan PTRO dengan kerugian yang dirasakan Prajogo masing-masing senilai Rp 1,11 triliun dan Rp 1,31 triliun.
Terakhir ada BREN yang 64,64% sahamnya dimiliki lewat BRPT, dengan kerugian paling jumbo yakni mencapai Rp 25,31 triliun.
Artinya secara total, kerugian Prajogo pada perdagangan hari ini mencapai Rp 69 triliun. Secara lebih luas, enam saham milik Prajogo membuat kapitalisasi pasar Bursa lenyap Rp 159 triliun hari ini.
Ambruknya saham BREN dan emiten lain milik Prajogo terjadi setelah adanya kabar bahwa Morgan Stanley Capital International.
Harta kekayaan Prajogo tercatat dalam trajektori penurunan signifikan, sebelumnya pada Mei 2024 harta kekayaan Prajogo sempat menembus US$ 70 miliar atau setara Rp 1.200 triliun (asumsi kurs Rp 17.400/US$). Namun kini kekayaannya tercatat 'hanya' US$ 18,7 miliar (Rp 325 triliun) atau lenyap RP 875 triliun dalam dua tahun, mengutip data Forbes Realtime Billionaire.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

5 hours ago
4

















































