Susi Setiawati, CNBC Indonesia
13 February 2026 09:25
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah bank pelat merah diprediksi masih akan royal membagikan dividen meskipun laba melandai pada 2025 atau tahun lalu.
Bank Negara Indonesia (BBNI) contohnya yang berkomitmen membagikan dividen dengan payout ratio sekitar 65%. angka ini sama seperti tahun sebelumnya, meskipun laba 2025 mengalami koreksi 6,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp20,04 triiliun.
Dengan asumsi payout tersebut, total dividen BBNI diperkirakan mencapai Rp13 triliun. Meski begitu, angka tersebut masih bersifat proyeksi, keputusan akhir tetap akan ditentukan melalui persetujuan investor pada RUPS yang akan datang.
Bank Mandiri juga tampaknya tetap akan royal membagikan dividen dengan payout ratio tidak jauh dari yagn dibagikan dari laba tahun buku 2024 sebesar 78% dari laba bersih.
Sebagai catatan, BMRI juga mengalami perlambatan kinerja profitabilitas, di mana laba hanya tumbuh 0,93% yoy menjadi Rp56,3 triliun, kinerja ini lebih lemah dibandingkan laba 2024 yang tumbuh 1,31% yoy.
Sementara itu, untuk Bank Rakyat Indonesia (BBRI) kami juga memprediksi nilai pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2025 tidak akan beda jauh dari realisasi sebelumnya sebesar 85%.
Dibandingkan yang lain, BBRI termasuk yang paling royal bagi dividen di atas 80% dari sebagian laba-nya. Sayangnya, emiten ini jadi satu-satunya yang belum rilis kinerja laba 2025, kami memproyeksi laba masih akan melambat untuk BBRI seiring dengan strategi yang konservatif di tengah kondisi sektor mikro yang belum pulih.
Di sisi lain, Bank Tabungan Negara (BTN) justru mempertimbangkan peningkatan rasio pembayaran dividen untuk tahun buku 2025.
Jika sebelumnya berada di level 25%, manajemen kini membuka peluang kenaikan ke kisaran 25% hingga 30% sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur modal dan penguatan ROE.
Proyeksi Dividen Bank BUMN
Lebih jauh, kami memproyeksi cuan dividen yang akan dihasilkan dari sejumlah bank BUMN juga masih akan ciamik.
Paling menarik kami melirik dividen BBNI dengan potensi cuan di atas 7% lantaran bank ini akan membagikan dividen secara total, jadi tidak ada pengurangan dividen interim seperti BMRI dan BBRI yang sudah membagikan sebagian laba di awal tahun.
Meski begitu, dividen dua bank pelat merah itu dinilai masih akan menarik dengan yield di atas 5%.
Sementara BBTN yield-nya dinilai paling buncit sekitar 3%, meski begitu hitungan yield ini didasarkan pada harga yang kami tarik per kemarin Kamis (12/2/2026), artinya, kalau investor punya harga average lebih bawah, maka potensi cuan bisa lebih tinggi.
Adapun berikut penghitungan kami untuk proyeksi dividen bank terbaru dengan asumsi yang lebih konservatif supaya investor bisa manage ekspetkasi:
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)

2 hours ago
4

















































