Jakarta, CNBC Indonesia — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pesan tegas Presiden Prabowo Subianto terkait arah pembenahan pasar modal Indonesia di tengah dinamika global.
Airlangga mengatakan, Presiden Prabowo menekankan bahwa setiap pelanggaran di pasar modal harus ditindak secara tegas, baik yang dilakukan oleh emiten, pelaku pasar, maupun investor yang terbukti melanggar ketentuan bursa, peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga undang-undang yang berlaku.
"Bapak Presiden menegaskan, apabila ada pelanggaran oleh emiten atau investor yang melanggar aturan bursa, aturan OJK, maupun undang-undang, maka itu perlu ditindak tegas. Ini penting agar integritas pasar modal tetap terjaga," kata Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis (5/2/2026).
Menurut Airlangga, pasar modal adalah jendela perekonomian Indonesia yang dilihat langsung oleh investor global. Oleh karena itu, kredibilitas, transparansi, dan penegakan aturan menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan investor.
"Pasar modal adalah jendela. Jangan sampai dilihat pihak luar atau investor global sebagai jendela yang buram. Walaupun fundamental dan makroekonomi kita solid, kalau jendelanya buram, dampaknya bisa panjang ke depan," tegasnya.
Airlangga menambahkan, pesan Presiden tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dan regulator untuk memperkuat tata kelola, transparansi, serta penegakan hukum di pasar modal.
Langkah ini dinilai penting agar pasar saham Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi ukuran, tetapi juga berkualitas dan berintegritas, sehingga mampu menarik aliran investasi jangka panjang.
Dengan penegakan aturan yang konsisten, pemerintah berharap pasar modal Indonesia dapat menjadi cerminan kekuatan fundamental ekonomi nasional sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
4
















































