Jangan Tertipu Daging Wagyu 'KW', Begini Cara Membedakannya

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Daging wagyu dikenal sebagai salah satu jenis daging sapi termahal di dunia. Namun, tak semua wagyu yang dijual di restoran atau supermarket sebenarnya berasal dari negara asalnya, Jepang.

Pakar Genetika Ekologi IPB University Prof Ronny Rachman Noor mengungkap, banyak daging wagyu yang beredar di pasar global, termasuk Indonesia, sejatinya bukan wagyu asli Jepang. Meski memakai nama yang sama, kualitas hingga sistem pemeliharaannya disebut sangat berbeda.

"Banyak restoran di Amerika menawarkan menu wagyu, tetapi belum tentu berasal dari Jepang. Sebagian besar justru berasal dari sapi yang dipelihara di sana," ujar Ronny dalam keterangannya dikutip website resmi IPB University, Rabu (6/5/2026).

Ia bilang, wagyu di luar Jepang umumnya berasal dari sapi hasil persilangan, biasanya antara wagyu dan angus. Proses pemeliharaannya pun tidak seketat standar Jepang yang terkenal sangat detail dalam menjaga kualitas daging.

Ia menjelaskan, Amerika Serikat memakai sistem penilaian USDA Prime atau Choice tanpa standar khusus wagyu seperti di Jepang. Akibatnya, karakter dagingnya pun berbeda.

Wagyu Beef. IstFoto: Wagyu Beef. Ist

"Sapi wagyu di Amerika lebih berdaging dibandingkan di Jepang," katanya.

Padahal, salah satu ciri utama wagyu Jepang asli adalah marbling atau lemak intramuskular yang tinggi. Lemak tersebut akan meleleh saat dipanggang sebentar dan menghasilkan aroma serta rasa khas yang sulit ditemukan pada daging biasa.

Di Jepang sendiri, penilaian wagyu dilakukan sangat ketat menggunakan standar yield A hingga C dan kualitas 1 sampai 5. Selain itu, ada pula Beef Marbling Standard (BMS) dengan skala 1-12. Wagyu dengan grade A5 dan BMS 10-12 menjadi kasta tertinggi.

Ronny mengatakan harga wagyu asli Jepang memang sangat mahal. Untuk steak, harganya bisa mencapai minimal US$200 per kilogram atau sekitar Rp3,2 juta (asumsi kurs Rp16.000/US$).

"Harga premium bisa lebih tinggi karena proses pemeliharaan yang ketat, genetik murni, dan sistem grading resmi A5 yang hanya bisa dicapai di Jepang," ujarnya.

Di luar Jepang, Australia menjadi produsen wagyu terbesar dengan kontribusi sekitar 18% dari total produksi global. Amerika Serikat dan Selandia Baru juga termasuk produsen utama, disusul Kanada, Inggris, Jerman, Taiwan, Hong Kong hingga Singapura.

Ronny menjelaskan ada cara sederhana untuk mengenali wagyu asli Jepang, yakni dengan memeriksa sertifikat resmi dari Japan Meat Grading Association (JMGA). Sertifikat tersebut biasanya memuat nomor identifikasi sapi, asal prefektur seperti Hyogo atau Miyazaki, grade daging, hingga skor BMS.

"Kalau memperhatikan nomor sertifikat 10 digitnya, kita bahkan bisa melacak sampai ke peternakan asal sapi tersebut," katanya.

Ia juga mengingatkan konsumen untuk waspada terhadap istilah pemasaran seperti "A5 style" atau "Kobe style". Menurutnya, label tersebut biasanya dipakai untuk produk yang bukan berasal dari Jepang.

"Label A5 hanya sah jika daging benar-benar dinilai di Jepang," tegasnya.

Ronny pun meminta masyarakat lebih teliti sebelum membeli wagyu dengan harga mahal. Ia menyarankan konsumen membeli dari distributor resmi dan tidak mudah percaya hanya dari foto atau klaim promosi.

"Pelajari istilah seperti 'style' dan 'inspired'. Periksa sertifikat JMGA-nya langsung agar tidak tertipu wagyu palsu," ujarnya.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |