Kemlu Nego Keras ke Iran, Pastikan Kapal RI Bisa Lewat Selat Hormuz

6 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia terus melakukan pendekatan diplomatik intensif kepada otoritas Iran untuk memastikan keselamatan kapal-kapal berbendera Indonesia yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tensi keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada jalur logistik global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran terus menjalin komunikasi dengan Kemlu Iran guna memastikan kapal RI dapat melintas dengan aman. Isu keamanan di jalur krusial tersebut menjadi perhatian serius, terutama terkait operasional kapal milik Pertamina seperti kapal Pride dan Gamsunoro.

"Kita terus melakukan pendekatan diplomatik yang intens dengan otoritas Iran guna memastikan kapal kita dapat melewati Selat Hormuz dengan aman. Kita akan terus push karena ini merupakan isu yang sangat krusial untuk kita," ujar Yvonne dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Senada dengan hal tersebut, Juru Bicara Kemlu lainnya, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menegaskan posisi Indonesia yang mendorong deeskalasi konflik secara menyeluruh. Ia menyebutkan bahwa stabilitas akses transportasi laut merupakan kepentingan dunia yang harus dijaga melalui jalur damai.

"Indonesia melihat bahwa akses untuk transportasi laut ini penting bagi seluruh dunia. Artinya di sini kita melihat dengan kondisi yang terjadi di Timur Tengah, banyak efek yang luas yang dialami oleh berbagai negara, dan kita berharap mendorong agar solusi dilakukan secara damai," tegas Nabyl.

Update Nasib WNI: 3 Kru Kapal Masih Hilang

Di sisi lain, Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, memberikan pembaruan terkait kondisi warga negara Indonesia di kawasan tersebut. Hingga saat ini, tiga WNI kru kapal yang dilaporkan hilang di Selat Hormuz masih dalam proses pencarian intensif.

"Otoritas setempat masih terus melakukan pencarian selama 24 jam. Mereka tidak akan berhenti sampai pihak pemerintah setempat menyatakan pencarian dihentikan secara resmi," jelas Heni.

Meski upaya pencarian terus berjalan, Pemerintah Indonesia menyatakan belum menerima laporan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan atau ledakan yang mengakibatkan hilangnya para kru tersebut. Sejauh ini, Heni juga mengonfirmasi belum ada laporan tambahan mengenai WNI lain yang terjebak di wilayah Selat Hormuz selain ketiga kru tersebut.

"So far masih belum ada lagi laporan apakah ada WNI kita yang terjebak di Selat Hormuz," pungkas Heni.

(tps/tps)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |