Kredit per Mei 2026 Naik 11,51%, Bank BUMN Jadi Motor Penggerak Utama

1 month ago 40

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja intermediasi perbankan nasional terus menunjukkan perbaikan pada Mei 2026. Pertumbuhan kredit meningkat menjadi dua digit, ditopang lonjakan penyaluran kredit investasi yang tumbuh hampir 22% secara tahunan (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh 11,51% yoy menjadi Rp8.918 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 9,98% yoy pada April 2026.

"Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang tetap terjaga," ujar Dian dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (7/7/2026).

Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan tertinggi berasal dari kredit investasi (KI) yang melonjak 21,95% yoy. Sementara itu, kredit modal kerja (KMK) tumbuh 8,09% yoy dan kredit konsumsi (KK) meningkat 5,89% yoy.

Dari sisi debitur, pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan perbaikan. Kredit UMKM tumbuh 0,60% yoy, lebih tinggi dibandingkan 0,16% yoy pada bulan sebelumnya.

Adapun berdasarkan kelompok bank, penyaluran kredit oleh bank-bank BUMN mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 15,98% yoy.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat. Hingga Mei 2026, DPK tercatat mencapai Rp10.294 triliun, atau tumbuh 13,47% yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 11,39% yoy pada April.

Pertumbuhan DPK ditopang oleh kenaikan giro sebesar 20,53% yoy, deposito 10,17% yoy, dan tabungan 10,21% yoy.

Di sisi likuiditas, Dian mengatakan kondisi perbankan masih memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat 108,20%, sedangkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) berada di level 24,74%. Kedua indikator tersebut masih jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan regulator.

Sementara itu, kualitas aset perbankan tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat 2,17%, sedangkan NPL net berada di level 0,84%. Rasio loan at risk (LAR) tercatat 8,72%.

Dari sisi profitabilitas, rasio return on assets (ROA) berada di level 2,45%, sementara ketahanan permodalan industri perbankan tetap kuat dengan rasio capital adequacy ratio (CAR) sebesar 23,74%.

"OJK terus memantau kondisi industri perbankan agar tetap resilien dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, dengan tetap menjaga fungsi intermediasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata Dian.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |