Letusan Krakatau Sudah Berhenti, Pakar Geologi Beri Peringatan Baru

7 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan bahwa rangkaian erupsi berupa semburan lava menerus (lava fountain) telah resmi berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Sebelumnya, gunung api aktif di perairan Selat Sunda ini mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh, dentuman, serta lontaran lava fountain sejak tanggal 4 September 2026 pukul 23.00 WIB.

Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa fenomena lava fountain merupakan salah satu karakteristik khas dari Gunung Api Anak Krakatau dan umum terjadi pada gunung api dengan tingkat viskositas magma yang relatif rendah.

Jejak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik

Secara historis, rangkaian erupsi skala kecil terus berlangsung pasca-kejadian tsunami 22 Desember 2018 hingga akhir 2023. Aktivitas kembali meningkat ketika status Gunung Anak Krakatau dinaikkan dari Level 2 (Waspada) ke Level 3 (Siaga) terhitung sejak 2 Juli 2026.

Dampak erupsi yang terjadi pada 4 hingga 5 September 2026 bahkan dirasakan hingga sejumlah wilayah di Jawa Barat berupa suara dentuman serta getaran pada kaca dan pintu rumah warga. Berdasarkan sinkronisasi waktu dan data stasiun pemantauan, fenomena tersebut dipastikan berasal dari gelombang akustik berfrekuensi rendah akibat erupsi, yang mampu merambat jauh dalam kondisi atmosfer tertentu-mirip dengan peristiwa erupsi Gunung Kelud atau Gunung Lewotobi Laki-laki sebelumnya.

Sementara itu, gabungan informasi dari PVMBG melalui MAGMA Indonesia, VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik saat ini terpantau bergerak ke wilayah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu.

Rekomendasi dan Layanan Informasi Resmi

Menyikapi dinamika aktivitas vulkanik ini, Badan Geologi mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat:

  • Zona Merah 3 Kilometer: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras beraktivitas di dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas kawah Gunung Anak Krakatau.
  • Mitigasi Abu Vulkanik: Warga di wilayah terdampak diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta wajib mengenakan masker guna menghindari paparan abu.
  • Waspada Hoaks: Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi atau isu erupsi yang bersumber dari pihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi resmi dan akurat seputar aktivitas Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi menyediakan layanan komunikasi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung (022-7272606) serta Pos Pengamatan Gunung Krakatau di Banten (0254-651449).

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |