Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2026 menjadi babak baru bagi Indonesia untuk mempertahankan capaian sekaligus mempercepat arah transformasi struktural dan sektor strategis nasional.
Seperti diketahui Indonesia menghadapi momentum penting dalam menentukan arah ekonomi jangka panjang, setelah melalui fase pemulihan dan ekspansi oleh pemerintahan baru.
Lembaga internasional pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak di kisaran 5% pada tahun ini, seperti World Bank dan IMF. Optimisme ini sejalan dengan kondisi Indonesia yang dianggap sebagai negara "bright spot" atau titik terang di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Optimisme tersebut juga di pertegas oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang meyakini ekonomi Indonesia bisa mencapai 6% pada 2026. Hal ini karena adanya momentum pembalikan ekonomi serta dua mesin pertumbuhan yakni fiskal serta moneter yang semakin sinkron.
Selain itu, pemerintah juga terus mengupayakan pembenahan iklim investasi di Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Optimisme juga terlihat dari pernyataan Bank Indonesia (BI), yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 akan lebih baik. BI memproyeksikan ekonomi Indonesia di 2026 akan tumbuh pada rentang 4,9-5,7% dan 2027 mencapai 5,1-5,9%.
Untuk mengawal peluang dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, CNBC Indonesia menggelar CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 dengan tema "Consolidating Growth, Accelerating the Transformation". Acara ini diselenggarakan pada hari ini Selasa, 10 Februari pukul 09.00-16.00 WIB di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.
CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 hadir sebagai forum ekonomi utama yang mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor, yakni pemerintah, pelaku industri, investor, hingga akademisi untuk mendiskusikan agenda besar ekonomi nasional.
Acara yang digelar dengan 3 diskusi panel ini akan dibuka oleh Chairman & Founder CT Corp, Chairul Tanjung dan dilanjutkan dengan sesi diskusi panel 1 yang akan diisi oleh, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Anggito Abimanyu. Pada sesi ini pembicara akan mengupas lebih jauh terkait prospek, resiko hingga arah kebijakan ekonomi ke depan.
Sedangkan pada diskusi panel 2 akan diisi oleh Direktur Utama PT Jababeka Tbk Setyono Djuandi Darmono, Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani, Ketua GAIKINDO Jongkie Soegiarto, Ketua Umum GAPPRI Henry Najoan dan Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman. Pada sesi ini para pembicara akan mengungkap arah tranformasi sektor rill dalam meningkatkan daya saing nasional.
Untuk pembicara sesi diskusi panel 3 akan diisi oleh Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji Fadlul Ilmansyah, dan Vice President of Macroeconomic and Financial Market Research Department Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Dian Ayu Yustina. Pada sesi ini para pembicara akang mengupas terkait optimalisasi investasi untuk mendukung pembangunan nasional.
Selain itu, untuk penutup acara juga diadakan sesi bincang-bincang dengan Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria yang akan dipandu oleh moderator, Syarifah Rahma.
Adapun CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 diselenggarakan untuk bertujuan menjadi platform strategis dalam merumuskan arah baru pembangunan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Acara ini didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pengelola Keuangan Haji, PT TASPEN (Persero), Jababeka & Co., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Mega Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PAM JAYA, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), Astra, Bank Indonesia, dan PT Tugu Reasuransi Indonesia
Jadi jangan sampai ketinggalan. Pantau siaran langsungnya di cnbcindonesia.com, CNBC Indonesia TV. Selain itu, acara juga akan Live di YouTube CNBC Indonesia serta Instagram @cnbcindonesia dan TikTok @cnbcindonesia.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































