Adu Kuat Kinerja 4 Bank BUMN, Siapa Paling Hebat?

2 hours ago 2

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

10 February 2026 11:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Empat bank BUMN sudah merilis laporan keuangan. Hasilnya variatif, ada yang labanya mulai melambat karena fokus menjaga kualitas aset dan likuiditas, tapi ada juga yang justru melaju agresif dengan pertumbuhan dua digit.

Perbedaan strategi bisnis, segmen pembiayaan, hingga manajemen risiko terlihat jelas dari kinerja masing-masing emiten.

Mulai dari Bank Mandiri (BMRI) dulu yang masih tampil sebagai jangkar sektor dengan laba bersih terbesar mencapai Rp56,3 triliun. Namun, pertumbuhan labanya relatif tipis (+0,92% yoy). Ini sejalan dengan pertumbuhan NII yang moderat (+4,38%) serta penurunan biaya provisi (-5,01%), menandakan strategi defensif: menjaga kualitas kredit dan likuiditas ketimbang ekspansi agresif.

Dari sisi fundamental, CASA tinggi (68%) dan NPL rendah (1,13%) menunjukkan posisi yang sangat solid.

Selanjutnya, dari bank BUMN lagi yang baru-baru ini sudah spin off dari BMRI yaitu Bank Syariah Indonesia (BRIS).

Secara kinerja, BRIS masih menunjukkan tren pertumbuhan yang sehat. Net Interest Income (NII) tumbuh hampir 10% yoy dan laba bersih naik 8,02%, mencerminkan ekspansi pembiayaan syariah yang masih kuat.

Namun, lonjakan provisi (+24,45%) dan Non-Performing Financing (NPF) gross di 1,81% menunjukkan peningkatan risiko seiring pertumbuhan. CASA 61,62% dan CAR 22% memberi bantalan yang cukup aman.

Sementara itu, Bank Negara Indonesia (BBNI) masih menghadapi tekanan kinerja. NII turun tipis (-0,40%) dan laba bersih terkoreksi cukup dalam (-6,60%). Kenaikan provisi (+18,40%) mengindikasikan sikap lebih konservatif terhadap risiko kredit.

Meski begitu, porsi dana murah BBNI masih sangat kuat tercermin dari CASA (69,7%) dan struktur permodalan terjaga terlihat dari CAR di 20.70%.

Adapun Bank Tabungan Negara (BBTN) menjadi outlier dengan pertumbuhan paling agresif. NII melonjak 57,5% yoy dan laba bersih tumbuh 16,4%, mencerminkan akselerasi kredit perumahan.

Namun, lonjakan provisi yang sangat tinggi (+205%) serta NPL gross di 3,10% menegaskan bahwa pertumbuhan ini dibarengi risiko yang meningkat. LDR yang relatif tinggi juga menunjukkan likuiditas lebih ketat dibanding bank BUMN lain.

Kesimpulan besarnya, kinerja empat bank BUMN sepanjang 2025 menunjukkan satu benang merah, sebagian besar masih memprioritaskan stabilitas dan kualitas aset di tengah dinamika ekonomi, sementara sebagian lain memilih tancap gas untuk mengejar pertumbuhan.

Pilihan investasi akhirnya kembali ke profil risiko masing-masing, apakah ingin stabil dan defensif, atau siap menerima volatilitas demi potensi pertumbuhan lebih tinggi.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |