Jakarta, CNBC Indonesia -Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang diwajibkan sekali seumur hidup bagi umat Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Ketentuan ini bahkan ditegaskan langsung dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam surah Ali 'Imran ayat 97.
Namun menariknya, Nabi Muhammad SAW sebagai teladan umat justru hanya menunaikan ibadah haji satu kali sepanjang hidupnya. Padahal, setelah Fath Makkah, beliau memiliki kesempatan untuk berhaji lebih dari sekali.
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ ٩٧
Artinya: Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.
Para ulama sepakat bahwa setelah hijrah ke Madinah, Nabi SAW hanya menunaikan haji satu kali. Jabir ibn Abdullah meriwayatkan:
"Rasulullah SAW menetap di Madinah selama sembilan tahun tanpa menunaikan haji. Kemudian diumumkan kepada orang-orang bahwa beliau akan berhaji tahun itu. Banyak orang datang ke Madinah, semuanya berharap bisa belajar dari Rasulullah SAW dan mengikuti apa yang beliau lakukan.''
Lantas, mengapa Nabi tidak mengulang ibadah haji meski memiliki peluang? Jawabannya tidak hanya berkaitan dengan syariat, tetapi juga menyangkut strategi dakwah, kondisi umat, hingga prioritas sosial yang menjadi inti ajaran Islam.
Sejarah Perjalanan Haji Nabi Muhammad
Kewajiban haji mulai disyariatkan sekitar tahun 6 Hijriah, namun pelaksanaannya tidak langsung berjalan mulus karena kondisi politik saat itu belum stabil.
Nabi sempat tertahan memasuki Makkah dan baru dapat melaksanakan umrah pada tahun berikutnya setelah adanya Perjanjian Hudaibiyah. Setelah peristiwa Fath Makkah pada tahun 8 Hijriah, umat Islam telah menguasai Makkah, tetapi Nabi tidak langsung melaksanakan haji.
Pada tahun 10 H atau 632 M, beliau menunaikan haji yang kemudian dikenal sebagai Haji Wada' atau haji perpisahan, satu tahun sebelum wafatnya.
Alasan Nabi Muhammad Tidak Berhaji di Tahun 8 dan 9 Hijriah
Setelah Makkah dibebaskan pada 8 Hijriah, tersedia setidaknya dua kesempatan berhaji. Namun Nabi memilih menundanya.
Berikut alasan Nabi Muhammad tidak melaksanakan haji pada tahun 8 dan 9 Hijriah.
-
Tahun 8 Hijriah
Nabi Fokus Konsolidasi Pasca Fath Makkah. Nabi Muhammad SAW berhasil membebaskan Makkah, kota kelahirannya yang selama ini berada di bawah kekuasaan kaum musyrikin. Setelah kemenangan tersebut, beliau menghancurkan berhala-berhala di sekitar Ka'bah dan mengembalikannya sebagai pusat tauhid. Namun, alih-alih langsung menunaikan haji, Nabi justru memprioritaskan konsolidasi umat, stabilisasi wilayah, serta penataan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat yang baru saja bertransformasi menuju Islam. -
Tahun 9 Hijriah
Momentum "Tahun Delegasi" dan Ekspansi Dakwah. Pada tahun 9 H berbagai kabilah dari seluruh Jazirah Arab datang ke Madinah untuk menyatakan keislaman mereka, menjadikan periode ini dikenal sebagai "Tahun Delegasi". Nabi Muhammad SAW memilih tetap berada di Madinah untuk menerima, membimbing, dan mengedukasi para utusan tersebut, yang kemudian kembali ke daerah masing-masing untuk menyebarkan Islam secara lebih luas.
Nabi Muhammad Haji di Tahun 10 Hijriah
Pada awal tahun 10 Hijriah (631 M), Nabi Muhammad secara terbuka mengumumkan niatnya untuk memimpin langsung ibadah haji setelah Ka'bah sepenuhnya disucikan dari praktik kemusyrikan.
Seruan tersebut segera menyebar luas ke seluruh Jazirah Arab, memicu antusiasme besar dari kaum Muslimin yang berbondong-bondong menuju Madinah, baik dengan berjalan kaki maupun menunggang kendaraan, demi kesempatan berhaji bersama Nabi.
Peristiwa ini kemudian diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah sebagai gambaran besarnya jumlah umat yang ikut serta dalam perjalanan bersejarah tersebut.
(mae/mae)
Addsource on Google

5 hours ago
3

















































