Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan saat ini para petani di Indonesia sudah lebih sejahtera dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP), di mana pada 2025, angkanya mencapai 125,35, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
"Berkat swasembada beras, dapat meningkatkan NTP menjadi 125,35. Ini hasil kerja kita semua, tanpa teman-teman membantu kami ini tidak mungkin tercapai. NTP itu tingkat kesejahteraan petani, tertinggi sepanjang sejarah, dan ini hasil kita semua," kata Amran dalam diskusi panel Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).
Selain itu, naiknya NTP juga dipengaruhi oleh penyesuaian harga gabah, di mana pemeritah berhasil menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah sebesar Rp6.500 per kg.
"kita berhasil menyesuaikan HPP. HPP yang dikeluarkan Presiden Prabowo, itu harga dasarnya adalah Rp6.500 per kg, sehingga pendapatan petani di Indonesia mencapai Rp132 triliun dan NTP-nya naik menjadi 125,35," jelasnya.
Peningkatan NTP juga terjadi karena modernisasi pertanian seperti program brigade pangan, kemitraan, dan adopsi teknologi untuk memacu swasembada pangan nasional.
Amran pun mengungkapkan, teknologi pertanian RI kini semakin canggih, membuat petani makin sejahtera.
"Supaya Indonesia bisa melompat secara eksponensial, transformasi dari pertanian tradisional menuju modern pun kami lakukan, yang dulunya menggunakan mekanik sapi, sekarang memakai traktor," ungkapnya.
Dengan transformasi teknologi pertanian, lahan sawah yang sebelumnya diisi banyak petani untuk satu hektarenya, maka kini hanya butuh satu orang saja. Selain itu, dalam penanaman padi, waktunya pun sudah jauh terpangkas.
"Dulu, sawah 1 hektare membutuhkan 25 orang. Sekarang hanya membutuhkan 1 orang. Bahkan 25 hektare bisa kita kerjakan dalam waktu 1 hari dengan menggunakan drone. Juga ada kombinasi alat-alat panen dan sebagainya. Dulu 25 orang 1 hektare, sekarang hanya 1 orang dalam 4 jam per hari," terangnya.
(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
4

















































