Jakarta, CNBC Indonesia - Saham bank sejak tahun lalu geraknya loyo, tetapi tahun ini katanya bisa beda cerita, apalagi prospek dividen-nya ciamik. Kira-kira gimana prospeknya? dan saham bank apa yang menarik?
Mau memasuki kuartal kedua tahun ini, tampaknya sektor finansial, termasuk di dalamnya ada bank kemungkinan besar akan bergerak ciamik, seiring penantian dividen dan perbaikan kinerja keuangan.
Optimisme hadir tanpa alasan. Setelah melewati fase konsolidasi di 2025, bank-bank besar (KBMI 4) mulai menunjukkan taringnya kembali.
Fokus utama investor saat ini tertuju pada Dividend Yield yang sangat kompetitif dan rilis laporan bulanan (Januari-Februari) yang mengonfirmasi bahwa mesin laba mereka masih panas.
Meski Rupiah sempat fluktuatif di level Rp17.000/US$ , efisiensi digital dan pengelolaan dana murah (CASA) yang kuat terbukti menjadi bantalan yang kokoh bagi perbankan nasional.
Kami mengumpulkan beberapa bank besar yang sudah mulai merilis laporan keuangan bulan sampai Februari 2026, sebagian yang lain juga ada yang sampai Januari 2026. Berikut rinciannya:
Bank Mandiri (BMRI) memimpin narasi dengan lonjakan laba bersih individu sebesar 16,70% (YoY) hingga Februari 2026 mencapai Rp8,90 triliun, membuktikan bahwa efisiensi digital melalui Livin' dan Kopra sangat ampuh menekan biaya.
Di sisi lain, Bank BRI (BBRI) mencatatkan rebound yang impresif dengan pertumbuhan laba 17,04% (YoY) sebesar Rp7,73 triliun, didorong oleh perbaikan kualitas aset dan penurunan beban provisi yang signifikan.
Sementara itu, Bank BCA (BBCA) memilih langkah konservatif dengan pertumbuhan laba 2,81% (YoY) ke angka Rp9,22 triliun demi menjaga benteng likuiditas dan dana murah (CASA) di tengah fluktuasi Rupiah melemah terhadap dolar AS.
Kemudian, Bank BNI (BBNI) juga tetap solid dengan pertumbuhan kredit korporasi mencapai 19,26%, meski laba bersih Januari tumbuh moderat di level 3,45%.
Pemain menengah seperti CIMB Niaga (BNGA) dan OCBC NISP (NISP) turut mempermanis peta persaingan dengan pertumbuhan laba di kisaran 5-6% yang didukung oleh integrasi pasca-akuisisi dan efisiensi operasional yang semakin matang.
Pesta Dividen dan Jadwal RUPST 2026
Memasuki akhir Maret hingga April, daya tarik utama beralih ke "pesta" pembagian laba tahun buku 2025. BBCA telah menetapkan standar tinggi dengan total dividen Rp336 per saham, di mana cum date jatuh tepat pada tanggal 27 Maret 2026.
Di sisi lain, BNI (BBNI) sudah melampaui periode cum date pada kemarin Rabu (25/3/20260 dengan dividen final sekitar Rp349 per saham, sehingga fokus investor kini bergeser pada tanggal pencairan dananya.
Perhatian pasar kini tertuju sepenuhnya pada BMRI dan BBRI yang akan segera menggelar RUPST. Dengan pertumbuhan laba yang sangat solid, Mandiri diprediksi akan membagikan dividen final di kisaran Rp320 - Rp350 per saham, sementara BRI yang dikenal sebagai "Raja Dividen" diperkirakan tetap mempertahankan payout ratio tinggi dengan estimasi dividen final menyentuh Rp300 - Rp315 per saham.
Untuk bank lapis kedua, CIMB Niaga (BNGA) dan OCBC NISP (NISP) patut dicermati karena potensi yield mereka seringkali memberikan kejutan bagi pemegang saham long-term, terutama setelah mencatatkan kinerja aset yang kian kokoh sepanjang tahun lalu.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(mae/mae)
Addsource on Google

3 hours ago
5

















































