Jakarta, CNBC Indonesia - Australia tengah berupaya mencegah kekurangan energi. Negara itu memaksa perusahaan gas besar untuk mencadangkan 20% dari ekspor ntuk penggunaan domestik.
Hal ini dikatakan Menteri Energi Chris Bowen pada hari Kamis (7/6/2026). Perlu diketahui, Australia adalah salah satu pengekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, sumber bahan bakar utama yang sangat dibutuhkan karena perang di Timur Tengah mengacaukan pasar energi global.
"Kami telah bertindak untuk melindungi warga Australia dari guncangan energi global dengan berinvestasi dalam energi terbarukan yang andal dan berdaulat serta menyimpan lebih banyak gas yang kita butuhkan di dalam negeri," kata Bowen kepada wartawan, dimuat AFP.
Australia adalah pemasok utama LNG di seluruh Asia, di mana harga telah melonjak sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari. Sekitar 40% LNG Jepang dan 30% LNG Singapura berasal dari Australia.
Meski begitu, Bowen berusaha meredakan kekhawatiran bahwa keputusan tersebut dapat merugikan mitra dagang. Ia mengatakan kebijakan itu tak akan memengaruhi kontrak.
"Kami tidak akan mengganggu kontrak yang sudah ada," klaimnya.
"Kami telah berkonsultasi secara erat dengan mitra dagang untuk memastikan bahwa dipahami dengan baik di seluruh dunia bahwa Australia akan selalu menjadi pemasok energi yang dapat diandalkan," jelasnya lagi.
"Pemerintah akan mengesahkan undang-undang untuk memberlakukan skema reservasi mulai Juli 2027."
Rentan
Terisolasi secara geografis dan hanya memiliki dua kilang minyak, Australia sangat rentan terhadap gangguan pasokan bahan bakar global. Dengan Iran menghentikan seperlima pengiriman bahan bakar dunia melalui penutupan efektif Selat Hormuz yang penting, Australia telah bergerak untuk memperkuat keamanan bahan bakarnya.
Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese mengumumkan pada hari Rabu bahwa Australia akan membangun cadangan bahan bakar nasional sebesar satu miliar liter. Perusahaan gas utama Australia -- termasuk Shell, Chevron, dan Woodside -- meraup keuntungan besar dengan menjual LNG ke luar negeri.
Para kritikus telah menekan pemerintah untuk secara drastis meningkatkan pajak atas ekspor ini. Hal ini menjadi sebuah ide yang ditolak Canberra minggu lalu.
Sementara itu, harga minyak dunia anjlok. Setelah Presiden AS Donald Trump membangkitkan harapan akan berakhirnya perang Iran.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































