Jakarta, CNBC Indonesia - Masker KN95 mulai sulit ditemukan di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Sejumlah pedagang mengaku stok masker jenis tersebut sudah habis di tengah meningkatnya permintaan setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pedagang masker di Pasar Pramuka, Habib, mengatakan stok KN95 di tokonya sudah kosong sejak Minggu (6/9/2026) kemarin. Bahkan, masker yang tersedia untuk jenis lainnya juga telah banyak terjual pada Senin (7/9/2026) pagi.
"Sudah habis masker. Ini tinggal kirim buat orderan online sama pengiriman gojek semua," ucap Habib saat ditemui CNBC Indonesia di lokasi.
Menurut Habib, sekitar 100 kotak masker telah terjual sejak pagi. Sementara untuk KN95, stoknya sudah tidak tersedia.
"Sudah habis seratus nih per pagi ini. Saya cuma jual yang masker bedah yang karet, yang KN95 sudah nggak ada stoknya. Sudah kosong dari kemarin," katanya.
Kondisi serupa ditemukan di lapak pedagang lain yang enggan disebutkan namanya. Dia juga mengaku tidak lagi memiliki stok KN95.
Meski barangnya kosong, harga KN95 disebut belum berubah, yakni Rp55.000 untuk kemasan isi 50.
Sementara itu, harga beberapa jenis masker lain mulai mengalami kenaikan. Habib mengatakan masker bedah karet isi 50 kini dijual Rp25.000 per kotak. Harga tersebut naik Rp5.000 dibandingkan harga sebelumnya Rp20.000.
"Yang masker karet Rp25.000 isi 50 ya. Naiknya Rp5.000, sebelumnya Rp20 ribu per box," ungkapnya.
Kenaikan juga terjadi pada masker Sensi Duckbill. Ia menyebut harga masker tersebut kini mencapai Rp125.000 per kotak isi 50, atau meningkat Rp10.000.
Berbeda dengan dua jenis tersebut, harga masker duckbill merek Mouson dan Alkindo masih bertahan di level Rp25.000 per kotak isi 50.
Erlin, pedagang alat kesehatan di Pasar Pramuka, mengatakan stok di lapaknya kini hanya tersisa untuk penjualan eceran. Selama ini, dia memang tidak menyimpan masker dalam jumlah besar karena hanya menjadikannya sebagai barang pelengkap.
"Ini saya jual tinggal buat eceran doang, kayak gini-gini ya. Tapi saya nggak terlalu nyetok masker selama ini, buat pelengkap aja," ujar Erlin.
Ia memastikan belum menaikkan harga masker yang dijualnya.
"Masih sama ini, masih sama. Nggak naik," katanya.
Stok KN95 Memang Terbatas
Sekretaris Jenderal Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Yoyon, mengatakan kondisi stok KN95 yang cepat habis tidak semata-mata disebabkan masyarakat melakukan pembelian besar-besaran.
Menurutnya, pedagang memang sebelumnya tidak banyak menyimpan stok masker karena tingkat penjualannya rendah.
"Stok mereka (para pedagang) memang tidak banyak, karena sebelumnya memang kurang jalan jualan masker di pramuka," sebut Yoyon.
Yoyon mengatakan permintaan masker memang mulai meningkat, tetapi masyarakat sejauh ini masih membeli sesuai kebutuhan.
"Penjualan iya, mulai meningkat. Tapi belum ada masyarakat yang memborong, mereka baru membeli seperlunya saja," katanya.
Dia memastikan stok KN95 di Pasar Pramuka memang tidak banyak sehingga akan cepat habis apabila permintaan terus meningkat.
"Stok masker KN95 memang tidak banyak di Pasar Pramuka, sehingga jika ada permintaan saya pastikan akan cepat ludes. Dan itu bukan karena diborong masyarakat, tapi memang stok amat sedikit di pedagang saya," ungkap dia.
Imbas Abu Vulkanik
Meningkatnya permintaan masker terjadi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau yang memuntahkan abu vulkanik dan berdampak ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.
Abu vulkanik merupakan pecahan batuan gunung api berukuran kurang dari 2 milimeter. Material tersebut dapat berupa butiran seperti pasir hingga partikel sangat halus menyerupai bedak dan berpotensi mengiritasi mata serta saluran pernapasan.
Di tengah kondisi tersebut, Bambang, pedagang masker lainnya di Pasar Pramuka, meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara panik.
"Masyarakat kita kan latah. Iya sudah takut duluan ya," kata Bambang.
Dia mengatakan pedagang di Pasar Pramuka tidak menaikkan harga secara sengaja untuk memanfaatkan lonjakan permintaan.
"Enggak lah. Kita sudah mulai kayak orang Jepang lah, nggak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan," ujarnya.
Menurut Bambang, kenaikan harga justru lebih terlihat pada penjualan masker secara online.
"Nggak lah, yang naik itu di online malah. Online mah kan nggak ada aturan, nggak ada etika mereka kan," sebut dia.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2

















































