Permudah Konsumen, VinFast Jawab Keresahan Pengguna Mobil Listrik

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Founder and Host of LugNutz Auto Rockford Pojono menyebut calon pengguna mobil listrik banyak dihadapkan pada keresahan, seperti penggunaan, perawatan, hingga keamanan kendaraan. Mereka juga dihadapkan pada pertanyaan penghematan atau efisiensi terhadap penggunaan mobil listrik.

"Jadi kemudian ketika saya pakai mobil listrik, apakah nge-casnya itu gampang? Apakah charging station sudah tersedia di mana-mana? Jangan-jangan nanti pakai mobil listrik, ngecas-nya malah susah, ngecas-nya malah lama, malah jadi bukannya cepat, malah jadi menyusahkan," ungkap dia dalam VIN TALKS "The New Economics of Mobility: Why Ownership Value Matters" di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Senin (3/8/2026).

Menurut dia pada mulanya para konsumen memilih mobil listrik karena emosional. Mereka tertarik dengan teknologi baru berikut fitur-fitur di dalamnya serta performa kendaraan tersebut.

Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak produk-produk elektrik yang terjangkau. Hal ini pun membuka perspektif para calon pengguna mobil listrik

"Orang-orang beli mobil listrik, bukan lagi hanya soal performa atau soal fitur, tapi lebih ke arah soal bagaimana mobil ini bisa memudahkan hidup saya sehari-hari," jelas Rockford.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Otomotif Yannes Martinus Pasaribu juga menyebut para konsumen yang didominasi oleh kelas menengah mempertimbangkan biaya operasional dan penghematan penggunaan mobil listrik.

"Yang tadinya dia memakai bensin atau solar, kemudian dia konversi kendaraan listrik, berapa banyak penghematannya," ujar dia.

Tak hanya itu, para konsumen juga mempertimbangkan keunggulan mobil listrik seperti jumlah stasiun pengisian bahan baterai bahkan mempertimbangkan biaya jual kembali.

"Selama ini image yang mulai terbentuk di mobil listrik. Begitu dia beli, harga jualnya jatuh sekali dan belum tentu ada yang mau beli," terang dia.

Menurut Commercial and Marketing Leader Nikon Indonesia Sukimin Thio, pertimbangan semacam itu merupakan hal yang lumrah. Ini karena membeli kendaraan mobil merupakan penggunaan jangka menengah hingga jangka panjang atau tiga hingga lima tahun.

"Kita harus meyakinkan diri kita sendiri dulu bahwa mobil yang akan kita beli itu, ya sudah bukan cuma sediain mobilnya, tapi abis itu bagaimana dengan after sales-nya, bagaimana dengan charging-nya," terang dia.

Dia menekankan bahwa ekosistem yang disediakan dari merek menjadi hal yang penting sebelum membeli mobil listrik. Ekosistem ini meliputi servis hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Membangun Rasa Aman ke Pengguna Mobil Listrik

Dalam menjawab kekhawatiran calon konsumen mobil listrik, VinFast memperkenalkan konsep "Drive Worry Free" beserta serangkaian layanan lengkap untuk pelanggan. Layanan ini dirancang agar pelanggan merasa lebih tenang dan nyaman selama memiliki kendaraan listrik, sekaligus mempertegas komitmen perusahaan yang selalu mengutamakan pelanggan.

Head of Training Department, VinFast Indonesia Rinaldi Ramdani mengatakan konsep "Drive Worry Free" menawarkan beberapa pilar seperti Zero Operating Cost, di mana pengguna dapat mengisi ulang daya baterai kendaraan listrik secara gratis hingga Maret 2029.

"Jadi zero operating cost ini tentu saja dengan charging station yang kami miliki dan sudah tersebar di seluruh Indonesia, ini bisa kami turunkan bahkan hingga mendekati 0 rupiah," ungkap Rinaldi.

Lalu Battery Peace of Mind melalui program battery subscription. Dengan battery subscription, konsumen memiliki dua pilihan, baik itu membeli kendaraan termasuk baterai ataupun membeli kendaraan dengan sewa baterai.

Terdapat beberapa keunggulan battery subscription, antara lain harga pembelian mobil listrik jadi lebih murah dan biaya sewa baterainya juga sangat ekonomis.

"Kami memiliki program battery subscription yang mempermudah kepemilikan kendaraan listrik sehingga customer ini tidak perlu pusing lagi dengan perawatan baterai bahkan kami berikan juga free battery subscription selama 2 tahun," terang dia.

Kemudian adalah Ownership Confidence. Dengan lebih dari 3.200 titik charging station jaringan V-GREEN di seluruh Indonesia dan masih akan terus bertambah, kecemasan untuk melakukan pengisian baterai tak lagi terjadi. Selanjutnya Service Confidence melalui 40 dealer di nasional dan 100 lebih after sales di Indonesia.

Terakhir Business Confidence melalui program rent to earn agar masyarakat bisa memanfaatkan kendaraan sewaan sebagai sumber penghasilan.

"Jadi kami melihat bahwa kendaraan listrik ini animo-nya cukup tinggi tapi kami perlu mendampingi customer kami selama masa perjalanan. Sehingga kami ingin mempermudah, kami ingin membuat customer kami tenang dan tidak perlu memikirkan biaya apapun selain mengendarai kendaraannya," pungkas Rinaldi.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |