Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kebijakan penempatan dana menganggur pemerintah di Bank Indonesia (BI) ke Himpunan Bank Milik Negara alias Himbara mampu mendongkrak daya beli masyarakat pada akhir 2025.
Purbaya mengatakan, kondisi ini terlihat dari meroketnya data penjualan mobil dan motor. Pada Desember 2025, realisasi penjualan mobil naik 17,9% secara tahunan alias year on year (yoy), sedangkan motor penjualannya pada akhir 2025 itu naik 14,5%.
"Kita lihat kebijakan itu menaikkan daya beli masyarakat. Pembelian mobil sekarang sudah tumbuhnya di akhir tahun 17,9% sementara penjualan motor tumbuh 14,5% ," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Selain itu, Purbaya mengatakan, data lainnya menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi di masyarakat efek dari kebijakan penempatan dana untuk meningkatkan peredaran uang primer atau base money itu. Misalnya, konsumsi BBM melonjak ke level 6,9% pada akhir 2025 untuk industri dan naik 2,7% untuk transportasi.
Di sisi lain, data penjualan listrik ia tegaskan juga mengalami kenaikan yang pesat pada akhir tahun lalu. Menteri Keuangan yang menjabat sejak 8 September 2025 itu menunjukkan konsumsi listrik untuk bisnis naik 7,3% untuk akhir 2025, dan industri 4,8% yoy.
"Indeks penjualan ritel juga naik ke level yang cukup tinggi dari sejak September, indeks konsumsi bbm juga bergerak naik sejak kita injek kebijakan pemindahan uang Rp 200 triliun dari central bank ke sistem perekonomian kita," tegasnya.
"Jadi kebijakan itu memang berdampak, kalau enggak kita enggak bisa membalik arah itu," paparnya.
(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































