Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
05 July 2026 18:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Piala Dunia FIFA 2026 tak hanya memecahkan rekor di lapangan. Turnamen ini juga memicu lonjakan transaksi di prediction market, dengan nilai perdagangan mencapai puluhan miliar dolar AS sepanjang Juni.
Prediction market atau kontrak peristiwa merupakan bursa tempat pengguna memperdagangkan kontrak berdasarkan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa, seperti hasil pertandingan olahraga atau pemilu.
Melansir CNBC Internasional, platform prediction market Kalshi membukukan nilai transaksi nosional lebih dari US$31 miliar selama Juni. Angka tersebut melonjak lebih dari 70% dibandingkan Mei yang mencapai US$17,9 miliar. Sejak pertandingan perdana Piala Dunia bergulir pada 11 Juni, transaksi harian Kalshi bertahan di atas US$1 miliar.
Lonjakan serupa terjadi di Polymarket. Platform internasional itu mencatat volume perdagangan lebih dari US$10,8 miliar sepanjang Juni, tertinggi sejak beroperasi. Catatan tersebut mengakhiri pelemahan volume yang terjadi pada April dan Mei. Sementara itu, platform Polymarket untuk pasar Amerika Serikat membukukan transaksi sekitar US$3,5 miliar, naik hampir dua kali lipat dari US$1,77 miliar pada bulan sebelumnya.
Volume nosional seluruh platform melonjak setelah Piala Dunia dimula Foto: CNBC International
Lonjakan transaksi tersebut terutama berasal dari kontrak yang berkaitan dengan hasil pertandingan Piala Dunia.
Menjelang laga babak 16 besar antara Amerika Serikat melawan Belgia, nilai kontrak mengenai peluang Amerika menjadi juara telah diperdagangkan lebih dari US$64 juta di Kalshi dan US$122 juta di Polymarket. Meski demikian, probabilitas yang dihitung pasar masih rendah, yakni sekitar 4,3% di Kalshi dan 3% di Polymarket.
Tingginya aktivitas tersebut ikut membuka ruang bagi pemain baru. Rothera, bursa kontrak peristiwa yang baru diluncurkan pada Juni melalui kerja sama Susquehanna International Group dan Robinhood, langsung mencatat nilai transaksi sekitar US$2 miliar dalam bulan pertamanya. Menurut Bank of America, Rothera kini menguasai sekitar 7% pangsa pasar prediction market di Amerika Serikat.
Seluruh platform memanfaatkan momentum Piala Dunia untuk menarik pengguna baru. Polymarket menggelar kompetisi dengan hadiah hingga US$2 juta bagi peserta yang mampu menebak seluruh hasil babak gugur secara sempurna. Kalshi bahkan mengubah tampilan aplikasinya dengan menonjolkan fitur perdagangan kontrak bertema Piala Dunia.
Besarnya minat investor juga tercermin dari kenaikan open interest atau nilai kontrak yang masih aktif. Open interest Kalshi kini telah melampaui US$1 miliar. Sementara Polymarket mempertahankan open interest mendekati US$400 juta, relatif stabil dibandingkan beberapa bulan terakhir.
Tingginya volume transaksi selama Piala Dunia menjadi ujian besar bagi industri prediction market. CEO Solidus Labs Asaf Meir mengatakan regulator dan investor institusi tengah mengamati apakah platform-platform tersebut mampu menjaga integritas perdagangan ketika volume melonjak tajam.
Menurut Meir, lonjakan transaksi selama Piala Dunia menjadi ujian apakah prediction market mampu menjaga likuiditas dan integritas perdagangan ketika aktivitas investor meningkat tajam.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)
Addsource on Google

8 hours ago
2

















































