Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto menyebut perekonomian Indonesia cukup kuat di tengah gempuran ketidakpastian global. Ia mengatakan, anggapan tersebut mengacu pada hasil laporan dari beberapa lembaga peringkat global.
Prabowo mengatakan, ekonomi RI sebagai negara berkembang menjadi sorotan dunia. Berdasarkan laporan salah satu rating agency internasional, Standard & Poor's (S&P), mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB (Triple B) dengan outlook stabil.
"Ini pengakuan dunia terhadap kokohnya perekonomian Indonesia, dan Indonesia tetap berada pada kategori investment grade. S&P bahkan menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kebijakan makroekonomi yang secara umum berhati-hati, serta beban utang yang relatif prudent dan sustainable dibandingkan negara-negara setara," kata Prabowo dalam pidato Sidang Tahunan MPR - Sidang Bersama DPR-DPD RI, hari ini, Jumat (14/8/2026).
Selain itu, lanjutnya, lembaga rating Republik Rakyat Tiongkok, China Lianhe Rating juga memberi rating AAA (Triple A) stable, yang merupakan level tertinggi dalam penerbitan Panda Bonds untuk Republik Indonesia.
"Mereka menilai fundamental ekonomi Indonesia solid, kebijakan pemerintah kita efektif, ekonomi kita tahan terhadap guncangan eksternal, dan inflasi kita terkendali," imbuhnya.
Prabowo memaparkan, kinerja ekonomi RI di semester I tumbuh tinggi dalam 13 tahun terakhir dengan inflasi yang tetap terkendali. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh tinggi 21,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Ini peningkatan yang cukup signifikan," sebutnya.
Bahkan, belanja negara tumbuh kuat 18,2%. Alokasi belanja negara tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli rakyat, memperkuat pelayanan publik, dan menggerakkan ekonomi.
"Walaupun belanja negara tumbuh, defisit APBN tetap terjaga hanya 0,91% terhadap Produk Domestik Bruto. Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama dengan disiplin fiskal," ungkapnya.
Prabowo menekankan, lembaga peringkat asing juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Sehingga pemerintah akan berupaya menutup kebocoran di sektor sumber daya dan mineral, bahkan meningkatkan penerimaan negara serta devisa ekspor.
"Mereka secara khusus menilai positif peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dalam memberantas praktik-praktik under-invoicing dan transfer pricing yang sesungguhnya adalah praktik penipuan. Itu dari pandangan pengamat-pengamat, pakar-pakar dari Barat," sebutnya.
Prabowo menambahkan, penilaian-penilaian tersebut sebagai pengingat bahwa kredibilitas dibangun oleh konsistensi, kerja keras, dan kesungguhan.
"Dunia tidak hanya menilai apa yang kita umumkan, dunia menilai apa yang benar-benar kita laksanakan," tutupnya.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3














































