Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku penipuan punya cara terselubung agar lolos membawa uang para korbannya. Mereka akan melakukan pencucian uang dengan menggunakan rekening bank milik orang.
Dalam laporan MIT Technology Review, para penipu menggunakan rekening bank yang dikendalikan atau telah disewa dan dana dari korbannya akan masuk ke rekening tersebut.
Uang yang didapatkan itu, nantinya akan didistribusikan lagi sebelum diubah menjadi aset digital. Biasanya aset itu berbentuk stablecoin Tether yang dipatok dalam dolar AS.
Penipuan keuangan ini biasanya akan mencoba celah dalam fitur Know Your Customer (KYC) yang ada di platform perbankan atau akun kripto. Peneliti penipuan siber Hieu Minh Ngo juga menemukan para penipu berupaya melewati proses KYC dengan membeli alat peretasan yang dijual di Telegram.
Sebagai informasi, KYC digunakan untuk memastikan akun dimiliki orang sungguhan. Begitu juga memastikan wajah pengguna sesuai dengan dokumen identitas yang didaftarkan.
Laporan MIT Technology Review menemukan 22 saluran dan grup Telegram yang menjual alat tersebut. Grup itu muncul dalam berbagai bahasa, dari Mandarin, Vietnam dan Inggris.
Bahkan beberapa grup itu terang-terangan menjual alat ilegal tersebut. Mereka juga menjanjikan alatnya memiliki kualitas tinggi.
Salah satu alat itu didesain seperti kamera untuk mengecek keaslian pengguna, yang ternyata sebuah kamera virtual.
Dalam laporan perusahaan verifikasi biometrik, iProov memperkirakan serangan kamera virtual lebih dari 25 kali lebih umum pada 2024 secara global. Perusahaan penyedia KYC, Sumsub juga melaporkan upaya masuk dalam proses dengan kamera virtual pada kliennya hampir tiga kali lipat tahun lalu.
Kejahatan ini juga telah diakui oleh para penyedia layanan keuangan dan pemerintah. Di Thailand, pemerintahnya telah melakukan langkah pengamanan untuk melakukan pemantauan KYC, membatasi transaksi harian dan memperkuat kemampuan lembaga untuk menangguhkan rekening.
Sementara di AS, lembaga Financial Crimes Enforcement Network telah memperingatkan soal deepfake KYC dan penggunaan Vcam pada 2024. Hal ini mendorong platform melacak pola transaksi untuk mengindetigikasi pencucian uang.
(fab/fab)
Addsource on Google

7 hours ago
6

















































