RI Defisit Dagang Lagi Setelah 6 Tahun, Nilainya Terburuk Sejak 2019

1 month ago 23

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

01 July 2026 11:54

Jakarta, CNBC Indonesia - Neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit terjadi karena nilai ekspor tercatat US$23,20 miliar, sementara impor mencapai US$24,81 miliar.

Defisit ini menjadi yang pertama sejak April 2020. Saat itu, neraca perdagangan Indonesia juga defisit sebesar US$0,38 miliar.

Dengan demikian, catatan terbaru ini sekaligus mematahkan tren surplus neraca perdagangan Indonesia selama 72 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Jika ditarik lebih jauh, defisit Mei 2026 juga menjadi yang terdalam sejak April 2019. Pada periode tersebut, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$2,33 miliar.

Adapun, impor meningkat 22,16% jika dibandingkan Mei 2025. BPS mencatat impor migas sebesar US$ 4,51 miliar meningkat 70,78% secara tahunan atau year on year/yoy. Impor nonmigas US$ 20,30 miliar atau naik 14,69%. Impor tahunan didorong impor non migas dengan andil 12,95%.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |