'Rival' Eropa Trump Semprot Rusia-Israel, Tuding Tebar Hoax Maut

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez menuduh Israel dan Rusia menyebarkan serta memperkuat disinformasi terkait gelombang masuknya migran secara massal ke Ceuta bulan lalu. Tudingan berani ini didasarkan langsung pada temuan penelitian Layanan Tindakan Eksternal Eropa (EEAS).

Mengutip Al Jazeera, Senin (31/08/2026), Sanchez membeberkan kepada radio Cadena Ser bahwa rentetan rumor telah menyebar luas di jejaring sosial yang terhubung dengan kedua negara tersebut setelah krisis darurat pecah.

"Setelah 30 dan 31 Juli, rumor dan disinformasi menyebar di jejaring sosial yang terkait dengan Rusia dan Israel, dan ke sayap kanan ultra internasional yang selalu menggunakan migrasi untuk menyerang baik Spanyol maupun Eropa serta memecah belahnya," paparnya.

Sanchez menyebut sangat jelas bahwa kedua negara itu sengaja memanfaatkan krisis untuk mengkritik pemerintah Spanyol, mengingat mereka tengah berselisih dengan Madrid atas posisinya dalam perang di Ukraina dan Timur Tengah. Sedikitnya 70.000 orang diketahui menyeberang ke daerah kantong Spanyol di Afrika Utara tersebut dari Maroko selama beberapa hari pada akhir Juli, yang memicu peringatan migran di seluruh Eropa.

Meskipun sebagian besar migran akhirnya kembali ke Maroko dalam hitungan jam, ribuan orang masih bertahan dan banyak yang hidup menggelandang di jalanan. Terkait insiden ini, PM Spanyol tersebut secara tegas menepis tanggung jawab pihak berwenang Maroko atas gelombang kedatangan yang tiba-tiba.

"Tidak ada badan intelijen yang biasanya bekerja sama dengan pemerintah Spanyol yang menyarankan adanya keterlibatan dengan satu atau lain cara dari pihak berwenang Maroko," tegasnya.

Ia menekankan bahwa krisis ini hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama yang kuat dan bukan ketidakpercayaan terhadap Maroko. Sebagai langkah penanganan, pemerintah berjanji akan mengucurkan tambahan dana bantuan senilai 168 juta euro atau setara US$ 195 juta (Rp 3,45 triliun) khusus untuk Ceuta.

Sanchez turut mengungkap bahwa kelompok perdagangan manusia ikut menyebarkan disinformasi secara daring dengan mengklaim bahwa imigran yang masuk ke Ceuta dengan cara berenang tidak akan mungkin dideportasi ke Maroko. Pihaknya memastikan akan terus menyelidiki insiden ini seraya menyerukan solidaritas Eropa untuk menangani krisis di benua tersebut.

Penduduk Ceuta, yang wilayahnya hanya seluas 18 kilometer persegi dengan populasi 80.000 jiwa, dilaporkan terus menggelar demonstrasi atas rentetan masalah keamanan dan kebersihan imbas dari lonjakan migran ini. Pemerintah sayap kiri Spanyol memperkirakan sekitar 3.500 hingga 7.000 migran masih bertahan di sana, termasuk anak di bawah umur, sementara para politisi sayap kanan Ceuta menuding jumlah aslinya setidaknya mencapai 10.000 orang.

Sementara itu, Sanchez sendiri dikenal merupakan seorang pemimpin dunia yang lantang dalam meneriakan penolakannya terhadap pendudukan Israel di Palestina serta serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Hal ini memicu ketegangan besar antara dirinya dengan Presiden AS Donald Trump, yang sempat mengancam memberhentikan seluruh kegiatan perdagangan dengan Spanyol. 

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |