Rusia Ugal-ugalan Serang Ukraina, NATO Respons Kerahkan Jet Tempur

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan kembali meningkat di kawasan Eropa setelah Polandia mengerakkan jet tempur menyusul serangan udara terbaru Rusia ke wilayah Ukraina, tepat menjelang dimulainya kembali pembicaraan damai antarkedua negara yang berperang.

Sebagai anggota NATO, Polandia mengonfirmasi telah mengerahkan pesawat tempur serta menempatkan sistem pertahanan udara dan radar darat dalam status siaga tinggi pada Senin (16/2/2026) malam hingga Selasa (17/2/2026). Namun dalam pembaruan selanjutnya, militer Polandia menyatakan tidak ada objek dari wilayah Ukraina yang melanggar ruang udaranya.

Dilansir Newsweek, Komando Operasional Angkatan Bersenjata Polandia mengatakan langkah tersebut bersifat preventif untuk mengamankan perbatasan negara, "khususnya di wilayah yang berdekatan dengan kawasan terancam."

Pengerahan jet tempur semacam ini bukan hal baru bagi Polandia. Negara itu kerap melakukan respons cepat setiap kali Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina, terutama jika target serangan berada dekat dengan wilayah Polandia.

Pejabat Ukraina mengatakan Rusia menargetkan beberapa wilayah strategis sejak Senin malam, termasuk kawasan barat Lviv yang berbatasan langsung dengan Polandia, kota pelabuhan selatan Odesa, serta area di dekat garis depan timur.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut aksi terbaru Rusia itu sebagai "serangan besar-besaran rudal dan drone terhadap Ukraina tepat sebelum putaran pembicaraan berikutnya di Jenewa." Ia menambahkan Rusia mengincar infrastruktur energi dan fasilitas sipil di sekitar Kyiv.

Selain jet Polandia, pesawat tempur Jerman yang saat ini ditempatkan di negara tersebut juga ikut terlibat dalam operasi dini hari itu. Militer Polandia mengatakan lima jet tempur Jerman tiba sejak Desember lalu sebagai bagian dari rotasi inisiatif NATO untuk melindungi ruang udara Polandia.

NATO sebelumnya menyatakan akan meningkatkan kehadiran udaranya di Polandia setelah sekitar 20 drone Rusia dilaporkan memasuki wilayah Polandia dari Ukraina pada September 2025. Saat itu, Rusia membantah telah dengan sengaja menargetkan negara anggota NATO.

Dalam perkembangan terpisah, Polandia juga melaporkan telah mencatat dan memantau sejumlah "objek mirip balon" yang memasuki wilayah udaranya dari Belarusia, sekutu utama Rusia. Militer Polandia menyatakan "situasi berada dalam kendali" dan tidak menimbulkan ancaman bagi warga sipil maupun penerbangan di kawasan tersebut.

Sejak akhir 2025, Polandia mencatat peningkatan balon yang diduga digunakan untuk penyelundupan, terutama rokok ilegal, dari Belarusia. Balon semacam ini disebut-sebut sebagai bagian dari taktik perang hibrida, yakni bentuk aktivitas yang tidak sampai pada konflik terbuka, seperti serangan siber, kampanye disinformasi, atau penargetan infrastruktur vital.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |