SdanP Dow Jones Taruh RI ke Watchlist dan Bisa Turun Kelas, Perang Memanas

1 month ago 11
  • Pasar keuangan Indonesia kompak berakhir di zona hijau, bursa saham dan rupiah sama-sama menguat
  • Wall ambruk berjamaah
  • Peringatan S&P Global Indices, data ekonomi, realisasi APBN hingga perkembangan data di luar negeri akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia kompak berakhir di zona hijau. Bursa saham dan mata uang rupiah sama-sama menguat.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan mengjadapi tekanan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentiment pasar keuangan Indonesia hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghijau pada perdagangan Selasa (7/7/2026). IHSG ditutup menguat 1,19% atau 70,43 poin ke level 5.986,5, didorong aksi beli yang menyebar di mayoritas saham.

Sebanyak 430 saham menguat, 141 saham melemah, dan 212 saham bergerak stagnan. Meski demikian, aktivitas perdagangan masih relatif sepi dengan nilai transaksi sebesar Rp10,4 triliun dari 22,4 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,67 juta kali transaksi.

Penguatan IHSG ditopang hampir seluruh sektor, dipimpin properti yang melonjak 2,49%, disusul keuangan (1,84%), bahan baku (1,10%), konsumer nonprimer (1,07%), dan konsumer primer (1,06%). Hanya sektor utilitas yang masih terkoreksi 0,2%.

Dari sisi saham, tiga bank jumbo menjadi motor utama penguatan IHSG, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Penguatan indeks juga ditopang oleh PT Astra International Tbk (ASII), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Sementara itu, saham yang menjadi pemberat IHSG antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Bintang Delapan Mineral Tbk (DEWA).

Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan Selasa kemarin menguat 0,06% ke level Rp17.975/US$. Penguatan ini membalikkan posisi rupiah pada perdagangan sebelumnya. Pada Senin (6/7/2026), rupiah ditutup melemah ke level Rp17.985/US$.

Sepanjang perdagangan kemarin, rupiah bergerak di rentang Rp17.930-Rp17.990/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,09% ke level 100,949.

Penguatan rupiah terjadi di tengah pengumuman Bank Indonesia (BI) mengenai cadangan devisa Indonesia yang meningkat pada Juni 2026.

BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 sebesar US$145,6 miliar. Posisi tersebut naik tipis dibandingkan akhir Mei 2026 yang sebesar US$144,9 miliar.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun stagnan di 7,183% pada perdagangan kemarin, dari 7, 146% pada hari sebelumnya.

Kenaikan imbal hasil menandai harga SBN yang turun karena dijual investor.

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |