Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mulai membuka jalan bagi lulusan SMK dan masyarakat umum yang ingin bekerja di luar negeri melalui program Asta Mandala SMK Go Global. Program yang menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto ini akan membuka pendaftaran mulai 12 Agustus dengan seluruh biaya pelatihan, bahasa, hingga sertifikasi ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari target percepatan penempatan 500.000 pekerja migran Indonesia hingga 2029 yang disiapkan sesuai kebutuhan industri di berbagai negara tujuan.
"Tanggal 12 Agustus sudah mulai pendaftaran. Jadi sekarang sudah publikasi oleh seluruh balai-balai kita yang ada di 23 provinsi," kata Mukhtarudin dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, program Asta Mandala SMK Go Global tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi disusun berdasarkan permintaan tenaga kerja dari negara tujuan. Pemerintah lebih dulu memetakan kebutuhan atau job order, kemudian menyiapkan kompetensi calon pekerja migran sesuai sektor yang dibutuhkan.
"Jadi mekanismenya ada dulu pasarnya, ada dulu negara penempatan dan sektor yang dibutuhkan, kompetensi seperti apa baru dilatih seperti apa. Jadi latih, kompeten, tempatkan. Sehingga KPI-nya adalah penempatan bukan hanya pelatihan," ujarnya.
Adapun negara tujuan prioritas meliputi Jepang, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Turki, Maladewa hingga sejumlah negara di kawasan Eropa. Adapun sektor yang dibutuhkan antara lain caregiver, perawat (nurse), manufaktur, konstruksi, welder, transportasi, hospitality, agrikultur hingga wellness therapist.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin membuka jalan bagi lulusan SMK dan masyarakat umum yang ingin bekerja di luar negeri melalui program Asta Mandala SMK Go Global Foto: Martyasari Rizky
Mukhtarudin mengatakan, target penempatan pekerja migran melalui program ini mencapai 500.000 orang dalam empat tahun. Rinciannya sebanyak 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029. Dari jumlah tersebut, sekitar 300.000 merupakan lulusan SMK dan 200.000 berasal dari masyarakat umum.
Untuk tahap awal, pelatihan dilakukan melalui skema upskilling, yakni meningkatkan kompetensi peserta yang telah memiliki kemampuan dasar sesuai bidangnya.
"Kegiatannya, ada yang dilatih secara teknis, kemudian bahasa dan sertifikasi. Jadi ada tiga macam nanti: bahasa, teknis, sertifikasi. Karena ini sifatnya quick win jadi kita mulainya upskilling. Jadi tidak dari nol," jelas dia.
Mukhtarudin menegaskan, kurikulum pelatihan dalam Asta Mandala SMK Go Global tidak menjadi bagian dari kurikulum pendidikan formal di SMK maupun perguruan tinggi. Program ini difokuskan sebagai pelatihan tambahan agar lulusan siap memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.
"Kita tidak mengaitkan dengan kurikulum yang ada di Dikdasmen maupun di Dikti. Jadi ini lebih sifatnya adalah penguatan segi teknis, bahasa dan sertifikasi. Jadi tidak dimasukkan dalam kurikulum," kata Mukhtarudin.
Ia juga memastikan seluruh peserta tidak dipungut biaya karena pelatihan sepenuhnya dibiayai pemerintah.
"Semuanya dibiayai oleh APBN, gratis. Jadi semuanya tidak dipungut biaya untuk peningkatan kapasitas pelatihan ini sampai sertifikasinya," tegasnya.
Menurut dia, pembiayaan tersebut mencakup pelatihan teknis, pelatihan bahasa hingga sertifikasi bagi calon pekerja migran.
"Mulai dari pelatihan teknisnya, bahasanya, sertifikasinya itu dibiayai oleh APBN. Jadi semuanya free, semuanya gratis bagi calon pekerja migran yang siap bekerja ke luar negeri yang harus ditingkatkan kapasitasnya," ucap dia.
Mukhtarudin berharap program tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri melalui jalur resmi, sekaligus menekan praktik penempatan pekerja migran nonprosedural.
"Diharapkan masyarakat tidak lagi menggunakan jalur-jalur yang non prosedural karena jalurnya sudah ada, mekanismenya sudah ada, pembiayaannya sudah ada," pungkasnya.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

14 hours ago
1

















































