Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel pada bulan Mei 2026 ini menjadi sebesar Rp 14.917 per liter. HIP bahan bakar berbasis minyak sawit (crude palm oil/ CPO) ini naik dari Rp 14.262 per liter pada periode sebelumnya, April 2026.
"Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN) untuk biodiesel dan bioetanol bulan Mei 2026 sudah resmi dirilis," tulis akun Instagram @djebtke, dikutip Selasa (5/5/2026).
Adapun formula HIP Biodiesel sebagai berikut:
HIP = (harga CPO KPB rata-rata + 85 US$/ton) x 870 kg/m3 + ongkos angkut.
KPB yaitu PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara. Harga CPO KPB rerata periode 25 Maret 2026 - 24 April 2026 sebesar Rp 15.695/kg.
Sedangkan US$85/MT adalah nilai konversi bahan baku menjadi biodiesel, dengan 870kg/m3 merupakan faktor satuan dari kg ke L.
Sementara nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia dengan periode kurs 25 Maret-24 April 2026 sebesar Rp 17.074.
Untuk ongkos angkut tertuang di dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak.
Bila dibandingkan dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) diesel/Solar berbasis fosil, ini berarti harga BBN biodiesel berbasis minyak sawit (CPO) ini masih lebih murah.
Pada Mei 2026 ini, harga BBM Solar non subsidi bahkan sudah tembus Rp 30.000 per liter. Ambil contoh produk BBM diesel di SPBU VIVO yakni Diesel Primus yang mengalami kenaikan menjadi Rp30.890 per liter. Sementara itu untuk harga BBM jenis RON 92 atau Revvo 92 tetap Rp 12.390 per liter per 1 Mei 2026.
Sementara pada SPBU Pertamina, Pertamina DEX kini dibanderol Rp 27.900 per liter.
(wia)
Addsource on Google

4 hours ago
1
















































