Tok! Purbaya Janji Tak Naikkan Cukai Rokok Hingga 2027

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) tidak akan naik hingga 2027.

Ia mengatakan, kebijakan tarif cukai rokok itu tidak akan berubah sebagaimana yang telah diberlakukan sejak tahun ini.

"Saya buat konstan saja, enggak naik dan enggak turun," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip Rabu (20/5/2026).

Purbaya menjelaskan, kebijakan ini ditempuh lantaran ingin melihat secara utuh kondisi industri hasil tembakau (IHT) terlebih dahulu, seiring dengan gencarnya pemberantasan rokok ilegal.

Menurutnya, setelah jelas kinerja IHT tergambar, tanpa adanya disrupsi iklim usaha karena peredaran rokok ilegal, baru ia berencana melakukan penentuan tarif baru CHT.

"Kita akan pasangkan juga mesin-mesin penghitung di beberapa produsen rokok. Mungkin nanti semuanya pelan-pelan digitalisasi itu," ungkap Purbaya.

"Dari itu saya ingin lihat sebetulnya berapa sih income dari rokok kalau bersih, ya. Artinya yang gelap-gelap bisa kita hilangkan. Dari situ saya akan hitung, (CHT) perlu naik atau perlu turun," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelum Purbaya menjabat sebagai menteri keuangan pada September 2025, 0emerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) hampir tiap tahun dengan besaran rata-rata tertimbang 10-12%. Dalam 15 tahun terakhir, hanya tiga kali tarif tidak dinaikkan yakni pada 2014, 2019, dan 2025.

Pada 2014, cukai rokok tidak naik karena adanya aturan baru yakni UU No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).Merujuk pada UU tersebut, tahun 2014 ditetapkan sebagai masa peralihan untuk penerapan pajak rokok daerah.

Pada 2019, cukai rokok tidak naik dengan alasan adanya perlambatan ekonomi dan daya beli. Namun, banyak yang menilai keputusan pemerintah bias politik karena tahun tersebut ada pemilihan presiden.

Pada 2025, pemerintah tidak menaikkan tarif CHT tetapi pemerintah melakukan penyesuaian terkait harga jual eceran atau HJE

Dari kalangan industri, sebetulnya telah mengusulkan kepada moratorium kenaikan cukai dan HJE selama tiga tahun mendatang dengan alasan daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Benny Wachjudi bahkan berharap Purbaya tidak hanya menahan kenaikan CHT pada tahun-tahun mendatang, melainkan juga tak menaikkan HJE.

"Kami berharap tidak ada kenaikan cukai dan HJE dalam tiga tahun ke depan. Moratorium ini akan sangat relevan karena kondisi daya beli masyarakat masih lemah dan rokok ilegal semakin marak," kata Benny.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |