Tren Baru Muncul di Pasar Keuangan Global: "Worrisome"

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren baru tampaknya muncul di pasar keuangan global saat ini. Tren itu adalah "worrisome" alias kekhawatiran.

Ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan valuasi saham yang sangat tinggi kemungkinan akan mengalami koreksi. Hal ini terjadi saat saham-saham Amerika Serikat dan Eropa mencatat rekor tertinggi ketika investor terus memburu booming kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

"Riset ekonomi mengenai revolusi teknologi di masa lalu mengarah pada kesimpulan yang mengkhawatirkan," tulis para ekonom tersebut dalam blog yang diterbitkan Senin dengan mengacu pada dua skenario yang mungkin terjadi, mengutip CNBC International, Rabu (19/8/2026).

"Koreksi terhadap valuasi pasar saham saat ini kemungkinan besar akan terjadi."

Investor yang terlalu percaya diri dan optimistis mendorong harga saham jauh di atas nilai fundamentalnya. Ketika euforia tersebut mereda, catat mereka di laporan tersebut, kondisi itu dapat memicu kejatuhan pasar.

Para ekonom ECB membandingkan situasi saat ini dengan booming industri kereta api pada abad ke-19, ekspansi listrik dan radio pada 1920-an, serta kebangkitan internet pada 1990-an. Fenomena tersebut bukan pertama kalinya gelombang AI saat ini dibandingkan dengan gelembung dot-com pada awal 2000-an.

"Ketika adopsi menyebar... ketidakpastian menjadi berskala ekonomi secara keseluruhan," tambahnya.

"Jika kemudian terjadi sesuatu yang salah dengan teknologi tersebut, seluruh perekonomian akan terdampak," tulis para ekonom menegaskan segala transisi yang berkaitan dengan teknologi akan merembet ke perekonomian secara lebih luas.

Kondisi tersebut mendorong investor menuntut premi risiko yang lebih tinggi. Berdasarkan analisis ECB, hal ini pada akhirnya berpotensi menekan harga saham, bahkan jika pertumbuhan laba perusahaan tetap kuat.

"Kedua pandangan tersebut menunjukkan adanya periode booming yang kemudian diikuti koreksi, atau penurunan dari level valuasi yang telah dicapai, pada suatu titik di masa depan," kata mereka.

Investor Ini Sangat Terpapar

Para ekonom ECB kemudian memperingatkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh koreksi tersebut. Mereka mendesak investor untuk mempersiapkan diri.

Investor ritel Eropa disebut sangat terekspos, bahkan mungkin tanpa menyadarinya, karena besarnya porsi saham "Magnificent 7" dalam berbagai dana indeks global dan dana pensiun. Magnificent 7 merujuk pada tujuh perusahaan teknologi raksasa AS yang memiliki bobot besar dalam pasar saham, yaitu Alphabet, Amazon, Apple, Meta, Microsoft, Nvidia, dan Tesla.

Risiko lainnya adalah koreksi tajam dapat memicu efek domino melalui struktur investasi berbasis dana. Ini pada akhirnya berpotensi mengancam stabilitas kawasan euro, lanjut para ekonom.

"Berbeda dengan periode dot-com, kondisi awal saat ini memberikan ruang yang jauh lebih terbatas untuk menurunkan suku bunga atau menggunakan kebijakan fiskal guna meredam dampaknya," tulis mereka.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |